MALUKU UTARA, ifakta.co – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur dan jajaran Pemerintah Kota Ternate meninjau langsung penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome, Kamis (15/10/2026).
Kebakaran yang melanda area TPA seluas sekitar 30 hektare tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Meski sekitar 70 persen area terdampak dilaporkan telah tertangani, upaya pemadaman masih harus dilanjutkan untuk memastikan bara api di dalam timbunan sampah benar-benar padam.
Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Maluku Utara didampingi Wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ternate, Sekretaris Kota Ternate, Kepala Basarnas, serta jajaran Balai Bina Marga, Sumber Daya Air (SDA), dan Cipta Karya.
Iklan
Gubernur Sherly menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas gabungan yang telah bekerja keras menangani kebakaran sejak 3 Oktober 2026.
Petugas dari unsur TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, Basarnas, Satpol PP, tim medis, jajaran kementerian, dunia usaha, komunitas, hingga relawan turut berkontribusi dalam upaya penanganan di tengah kondisi panas dan paparan asap.
Menurutnya, kolaborasi lintas instansi dan dukungan berbagai pihak sangat penting untuk mempercepat penanganan kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dari dampak yang ditimbulkan.
Tiga Langkah Strategis Penanganan
Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Pemerintah Kota Ternate menyepakati tiga langkah konkret untuk menuntaskan persoalan kebakaran TPA Takome.
Pertama, mempercepat pemadaman dengan menambah armada mobil air, menyediakan sumber air baru, serta memastikan bara api di dalam timbunan sampah dapat dipadamkan secara menyeluruh.
Kedua, mencegah kebakaran kembali terjadi melalui pemantauan titik panas, pengendalian gas metana, serta perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak asap.
Ketiga, menyiapkan solusi permanen melalui penyusunan masterplan pengelolaan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta peralihan sistem pengelolaan dari metode open dumping menuju sanitary landfill.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan kondisi darurat, tetapi juga menjadi momentum pembenahan sistem pengelolaan sampah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Gubernur Sherly menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kebakaran tidak cukup hanya diukur dari padamnya api, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan lebih baik dan berkelanjutan.
“Padamkan apinya. Benahi sistemnya. Cegah agar tidak terulang,” demikian pesan yang disampaikan dalam penanganan kebakaran TPA Takome.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi dan pengawasan hingga seluruh titik api benar-benar terkendali serta langkah pencegahan jangka panjang dapat direalisasikan.
(sib/lex)






