JAKARTA, ifakta.co – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memperketat pengawasan pada layanan malam di Koridor 8, termasuk kawasan Halte Pasar Baru. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kenyamanan penumpang dan mencegah tindakan sejumlah oknum yang dinilai dapat mengganggu pengguna layanan lainnya.
Selain meningkatkan pengawasan, Transjakarta juga memperkuat aspek kebersihan di dalam armada maupun halte. Pembersihan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan publik.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta. Koordinasi tersebut diarahkan untuk menangani kondisi yang terjadi dengan pendekatan yang tetap humanis.
Iklan
“Transjakarta menyadari bahwa kondisi ini merupakan fenomena baru yang membutuhkan penanganan khusus,” kata Ayu dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Menurut Ayu, Transjakarta kini tengah menyiapkan standar operasional prosedur atau SOP terbaru. SOP tersebut akan menjadi bagian dari langkah antisipasi sekaligus mitigasi apabila muncul kendala serupa pada masa mendatang.
Langkah itu diambil agar petugas memiliki pedoman yang lebih jelas dalam menghadapi berbagai situasi yang berpotensi mengganggu kenyamanan penumpang, khususnya pada layanan malam.
“Kami sangat mengapresiasi setiap masukan dan laporan dari pelanggan. Kenyamanan, keamanan, serta kebersihan layanan di dalam bus dan halte adalah komitmen utama kami,” kata dia.
Transjakarta juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan, masukan, maupun laporan terkait pelayanan. Pelanggan dapat menyampaikannya melalui platform media sosial resmi Transjakarta atau call center 1500-102.
Ayu menjelaskan, berbagai laporan dari pelanggan menjadi bahan evaluasi perusahaan. Dengan demikian, Transjakarta dapat melakukan perbaikan layanan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Sebelumnya, keluhan mengenai layanan malam Transjakarta ramai disampaikan warganet melalui media sosial Threads. Sejumlah pengguna mengeluhkan adanya orang-orang yang diduga tunawisma menggunakan bus Transjakarta pada tengah malam.
Dalam keluhan tersebut, pengguna juga menyinggung aroma tubuh yang dinilai tidak nyaman bagi penumpang lain. Keluhan itu kemudian menjadi perhatian dalam upaya Transjakarta meningkatkan pengawasan dan kualitas layanan malam.
Melalui peningkatan pengawasan, kebersihan armada dan halte, serta koordinasi dengan Dinas Sosial DKI Jakarta, Transjakarta berupaya menjaga agar layanan transportasi publik tetap aman, nyaman, dan dapat digunakan seluruh masyarakat Jakarta.
(can/cin)



