TANGERANG, ifakta.co – Semangat kemanusiaan mulai ditanamkan sejak bangku sekolah. Sebanyak 407 pelajar dari 17 unit Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA mengikuti Latihan Gabungan PMR Se-Kecamatan Kronjo dan sekitarnya Tahun 2026, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kronjo tersebut mengusung tema “Membangun Relawan Muda yang Berkarakter, Terampil, Solid dan Berjiwa Kemanusiaan.”

Bukan sekadar berkumpul dan menerima materi kepalangmerahan, latihan gabungan ini menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan, membangun solidaritas, sekaligus membentuk kepedulian terhadap sesama.

Iklan

Sekretaris PMI Kecamatan Kronjo, Ferdy Tri Putra, mengatakan antusiasme pelajar terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Dari 407 peserta, sebanyak 80 merupakan anggota PMR Mula, 255 PMR Madya dan 72 PMR Wira.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sangat antusias diikuti 17 unit PMR tingkat sekolah, mulai dari SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA,” ujar Ferdy.

Menurutnya, tingginya partisipasi pelajar menunjukkan bahwa semangat generasi muda untuk belajar sekaligus terlibat dalam kegiatan kemanusiaan masih terus tumbuh.

Ferdy menegaskan, menjadi anggota PMR bukan hanya soal mengenal pertolongan pertama maupun materi kepalangmerahan. Lebih jauh, PMR merupakan wadah untuk membentuk karakter dan menumbuhkan keberanian membantu orang lain.

“Kegiatan hari ini bukan hanya sekadar latihan, berkumpul, atau mengikuti berbagai materi dan kegiatan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari proses untuk membangun relawan muda yang berkarakter, terampil, solid, dan berjiwa kemanusiaan,” tegasnya.

Ia menyebutkan, para anggota PMR dibekali berbagai keterampilan sekaligus nilai kehidupan, seperti disiplin, kepedulian, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab serta keberanian untuk membantu sesama.

“Menjadi relawan bukan berarti harus menunggu menjadi dewasa. Jiwa kemanusiaan dapat dimulai sejak sekarang, dari hal-hal kecil di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat,” katanya.

Bukan Sekadar Latihan, Solidaritas Pelajar Diperkuat

Latihan gabungan tersebut juga menjadi momentum mempertemukan para anggota PMR dari berbagai sekolah. Mereka didorong untuk saling mengenal, bertukar pengalaman dan membangun kekompakan.

Ferdy berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan latihan semata, tetapi nilai-nilai yang diperoleh peserta dapat dibawa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui latihan gabungan ini, saya berharap adik-adik dapat saling mengenal, saling belajar, mempererat persaudaraan, serta membangun kekompakan antarpelajar dan anggota PMR se-Kecamatan Kronjo dan sekitarnya,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pembina, fasilitator dan pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh panitia kegiatan yang telah berkontribusi melaksanakan kegiatan Latihan Gabungan PMR Se-Kecamatan Kronjo. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kecamatan Kronjo, Suanda, S.Pd., turut memberikan dukungan terhadap pembinaan PMR sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki kepedulian, keterampilan, solidaritas dan semangat kemanusiaan.

Dukungan serupa disampaikan Camat Kronjo, Muhamad Mumu Mukhlis, S.STP., M.Si. Ia mengapresiasi PMI Kecamatan Kronjo yang konsisten mendorong pembinaan generasi muda melalui kegiatan kepalangmerahan.

“Selamat melaksanakan Latihan Gabungan PMR untuk PMI Kecamatan Kronjo. Semoga sukses dan seluruh rangkaian acaranya berjalan lancar,” ujar Mumu.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan membawa pulang pengalaman yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Semoga adik-adik PMR dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, mendapatkan ilmu dan pengalaman yang bermanfaat, serta terus tumbuh menjadi generasi muda yang peduli dan memiliki jiwa kemanusiaan,” tambahnya.

Dari Bangku Sekolah Menuju Relawan Masa Depan

Latihan Gabungan PMR 2026 di Kronjo menjadi salah satu ruang pembentukan karakter generasi muda. Sebab, kepedulian terhadap sesama tidak cukup hanya diajarkan melalui teori, tetapi perlu dilatih melalui pengalaman, kedisiplinan dan kerja sama.

Dari 407 pelajar yang berkumpul hari ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya terampil ketika menghadapi situasi darurat, tetapi juga memiliki kepekaan melihat persoalan di lingkungan sekitarnya.

Sebab, semangat kemanusiaan tidak mengenal usia. Ia bisa tumbuh dari ruang kelas, lingkungan sekolah, keluarga hingga masyarakat.

PMR hari ini bukan sekadar pelajar yang mengenakan atribut kepalangmerahan. Mereka tengah ditempa untuk menjadi generasi yang siap peduli, siap membantu dan siap hadir ketika sesama membutuhkan.

(sib/lex)

Iklan