JAKARTA, ifakta.co – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI resmi menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Italia. Persetujuan tersebut diputuskan dalam rapat paripurna DPR RI yang digelar pada Selasa (21/7).

Persetujuan disampaikan setelah Ketua DPR RI Puan Maharani meminta persetujuan seluruh anggota dewan yang hadir dalam sidang paripurna.

“Sidang dewan yang kami hormati, selanjutnya kami menanyakan kepada sidang dewan yang terhormat, apakah laporan Komisi I DPR RI atas persetujuan penerimaan hibah 1 unit kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Pemerintah Republik Italy dapat kita setujui?” tanya Puan Maharani.

Iklan

“Setuju,” jawab peserta rapat.

Sebelum diputuskan dalam rapat paripurna, rencana penerimaan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi telah lebih dahulu memperoleh persetujuan dalam rapat kerja antara Komisi I DPR RI dan Kementerian Pertahanan yang berlangsung pada Senin (20/7).

Di sisi lain, TNI Angkatan Laut telah melakukan berbagai persiapan menjelang kedatangan kapal induk tersebut ke Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung sebagai lokasi sandar dan berlabuh Giuseppe Garibaldi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama Tunggul, mengatakan pembangunan berbagai fasilitas pendukung di Lanal Lampung masih terus berlangsung agar dapat mengakomodasi operasional kapal induk tersebut.

“Terkait fasilitas labuh dan fasilitas sandar Garibaldi, Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodir Garibaldi. Hingga saat ini, pembangunan fasilitas terus berjalan, sehingga harapannya sebelum Garibaldi tiba di Indonesia seluruh fasilitas sudah siap dan terdukung,” kata Tunggul saat dihubungi, Selasa (14/7).

Selain menyiapkan infrastruktur, TNI Angkatan Laut juga mempersiapkan personel yang akan bertugas mengawaki kapal induk Giuseppe Garibaldi.

Saat ini, sejumlah prajurit TNI AL telah berada di Italia untuk mengikuti pelatihan sebagai bagian dari proses alih pengetahuan dan persiapan operasional kapal sebelum dibawa ke Indonesia.

Menurut Tunggul, proses pelayaran kapal menuju Indonesia nantinya akan dilakukan menggunakan konsep joint crew. Dalam skema tersebut, personel TNI AL akan bekerja bersama personel Angkatan Laut Italia selama pelayaran.

“Setelah itu akan melaksanakan penyeberangan lintas laut dengan konsep joint crew. Jadi joint crew itu merupakan personil pengawak dimana sebagian dari personil TNI AL dan sebagian lagi dari personel Angkatan Laut Italia,” katanya.

Setelah kapal induk Giuseppe Garibaldi tiba di Indonesia, akan dilaksanakan proses serah terima secara bertahap hingga seluruh pengawak kapal sepenuhnya berasal dari prajurit TNI Angkatan Laut.

Persetujuan DPR terhadap hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi menjadi tahapan penting dalam proses pengalihan aset pertahanan dari Pemerintah Italia kepada Indonesia, sekaligus memperkuat kesiapan operasional TNI Angkatan Laut setelah seluruh proses administrasi, pelatihan, dan serah terima rampung.

(sib/lex)

Iklan