JAKARTA, ifakta.co – Kebakaran dapat terjadi di rumah, kantor, sekolah, maupun tempat umum. Penyebabnya juga sangat beragam. Mulai dari korsleting listrik, kebocoran gas, hingga kelalaian saat memasak. Karena itu, setiap orang perlu memahami cara memadamkan api yang benar agar dapat mengurangi risiko kerugian dan menyelamatkan banyak nyawa.
Selain itu, langkah yang tepat mampu menghentikan penyebaran api lebih cepat. Sebaliknya, tindakan yang keliru justru dapat memperbesar kobaran api dan meningkatkan risiko kecelakaan. Pada dasarnya, api muncul karena adanya panas, bahan bakar, dan oksigen. Oleh sebab itu, proses pemadaman harus menghilangkan salah satu unsur tersebut agar pembakaran berhenti.
Cara Memadamkan Api dengan Lima Metode Efektif
1. Metode Smothering atau Menutup Sumber Oksigen
Metode smothering bekerja dengan menghentikan pasokan oksigen ke titik api. Akibatnya, api kehilangan salah satu unsur utama pembakaran sehingga perlahan akan padam.
Iklan
Cara ini cocok untuk mengatasi kebakaran kecil, terutama pada kompor atau wajan di dapur. Kamu dapat menggunakan fire blanket, penutup logam, atau APAR berbahan karbon dioksida (CO₂).
Namun, metode ini tidak selalu berhasil untuk kebakaran logam tertentu atau bahan yang mampu terus terbakar tanpa pasokan oksigen dari luar.
2. Metode Cooling atau Pendinginan
Metode pendinginan menurunkan suhu bahan yang terbakar hingga berada di bawah titik nyala. Karena air memiliki daya serap panas yang tinggi, banyak petugas menggunakan media ini untuk memadamkan api.
Meski begitu, jangan gunakan air pada kebakaran listrik yang masih bertegangan. Air dapat menghantarkan listrik sehingga meningkatkan risiko sengatan dan memperbesar bahaya bagi penolong.
3. Metode Starvation atau Memutus Sumber Bahan Bakar
Metode starvation menghentikan suplai bahan bakar yang membuat api terus menyala. Dengan demikian, api akan kehilangan sumber energi dan lebih mudah dipadamkan.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Menutup katup bahan bakar cair atau gas.
- Memindahkan benda mudah terbakar dari lokasi kebakaran.
- Mengosongkan tangki atau wadah yang masih berisi bahan bakar.
Selain efektif, cara ini juga mampu mencegah api merambat ke area lain.
4. Metode Dilusi Menggunakan Gas Inert
Metode dilusi mengurangi kadar oksigen di sekitar api dengan memanfaatkan gas inert yang tidak mudah bereaksi.
Umumnya, petugas menggunakan APAR karbon dioksida (CO₂) untuk menjalankan metode ini. Oleh karena itu, teknik ini sering digunakan di ruang server, laboratorium, atau area yang penuh peralatan elektronik karena tidak meninggalkan residu setelah proses pemadaman.
5. Metode Breaking Chain Reaction
Metode ini memutus reaksi kimia yang mempertahankan nyala api. Selanjutnya, bahan kimia khusus akan mengikat radikal bebas sehingga proses pembakaran berhenti.
Sebelumnya, banyak pihak menggunakan halon sebagai media pemadam. Namun, saat ini penggunaannya semakin dibatasi karena dapat merusak lingkungan. Sebagai gantinya, berbagai bahan pemadam yang lebih ramah lingkungan mulai banyak digunakan.
Cara Memadamkan Api Berdasarkan Jenis Kebakaran
Kebakaran Kelas A
Kebakaran kelas A melibatkan benda padat seperti kayu, kain, kertas, dan plastik.
Untuk memadamkannya, kamu dapat menggunakan:
- Air
- Pasir
- Lumpur
- Foam
- Tepung pemadam
Kebakaran Kelas B
Kebakaran kelas B berasal dari bahan bakar cair atau gas, seperti bensin, minyak tanah, LPG, dan alkohol.
Karena itu, gunakan media berikut:
- Dry powder
- Foam
- Air bertekanan halus atau spray
Kebakaran Kelas C
Kebakaran kelas C terjadi pada instalasi atau peralatan listrik yang masih bertegangan.
Sebaiknya gunakan:
- APAR dry powder
- APAR CO₂
Sebaliknya, hindari penggunaan air atau busa karena kedua media tersebut dapat menghantarkan listrik.
Kebakaran Kelas D
Kebakaran kelas D melibatkan logam seperti titanium atau potasium.
Untuk mengatasinya, gunakan:
- Pasir halus kering
- Powder khusus logam
Kebakaran Kelas K
Kebakaran kelas K biasanya muncul akibat minyak atau lemak yang terlalu panas saat proses memasak.
Oleh sebab itu, gunakan media berikut:
- Tepung pemadam
- Air bertekanan halus
- Media pemadam khusus minyak goreng
Tips Mencegah Kebakaran
Selain memahami teknik pemadaman, kamu juga perlu menerapkan langkah pencegahan setiap hari.
Misalnya:
- Periksa instalasi listrik secara berkala.
- Matikan kompor setelah selesai memasak.
- Simpan bahan mudah terbakar di tempat yang aman.
- Pastikan lilin dan rokok benar-benar padam setelah digunakan.
- Sediakan APAR di rumah maupun tempat kerja.
Terakhir, jika kobaran api terus membesar dan sulit dikendalikan, segera tinggalkan lokasi bersama orang di sekitar. Setelah itu, hubungi petugas pemadam kebakaran agar penanganan berlangsung lebih cepat dan aman.
(naf/lex)



