JAKARTA, ifakta.co – Sehari setelah menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran hampir rampung, Presiden AS Donald Trump mengkritik Teheran karena bocornya rincian kesepakatan yang menurutnya tidak akurat.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menuduh media Iran menyebarkan gambaran yang salah tentang proposal tersebut, demikian dilansir CNN pada Jumat (12/6/2026).

“Rincian yang dibocorkan Iran ke media berita palsu tidak ada hubungannya dengan rincian yang telah disepakati secara tertulis,” tulis Trump di Truth Social.

Iklan

“Apa yang mereka katakan, termasuk pernyataan mereka yang lemah dan menyedihkan tentang adanya kesepakatan, tidak ada hubungannya dengan kebenaran,” lanjutnya.

“Orang-orang yang sangat tidak terhormat untuk diajak berurusan. Dengan mereka, tidak ada yang namanya berurusan dengan itikad baik.”

Menurut laporan media pemerintah Iran yang terbit Jumat (12/6), garis besar yang dibocorkan mencakup poin bahwa Iran tidak akan berkomitmen menyerahkan pengelolaan Selat Hormuz.

Selain itu, media pemerintah Iran menyebut kesepakatan akan menuntut pelepasan dana Iran yang dibekukan sebesar US$24 miliar.

Namun, Trump menegaskan bahwa tindakan Iran yang menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz terus berlangsung dan ia mengecamnya.

“Sama sekali tidak dapat diterima,” kata Trump menyoroti penargetan kapal-kapal tersebut.

“Mereka sebaiknya segera memperbaiki tindakan mereka, dan secepatnya!” tambahnya.

Sebelumnya, Trump sempat menyatakan optimisme bahwa Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan kerangka kerja yang mungkin dapat ditandatangani pada akhir pekan ini.

“Kami baru saja mencapai penyelesaian besar atas perang dengan Iran,” kata Donald Trump kepada wartawan di Ruang Oval pada Kamis (11/06).

Trump menambahkan bahwa sejumlah dokumen sedang disiapkan dan dapat segera ditandatangani, serta bahwa Eropa bisa menjadi tuan rumah upacara penandatanganan, tanpa menyebut negara atau lokasi spesifik.

Namun, Teheran membantah adanya kesepakatan final seperti yang diberitakan pihak lain, sehingga pernyataan dan bocoran itu memicu pernyataan saling sindir antara Washington dan Teheran.

Iklan