JAKARTA, ifakta.co – Polisi merespons video viral di media sosial yang menampilkan seorang warga negara asing (WNA) asal Jepang mengaku ditawari layanan prostitusi anak di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.

Video tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah akun X @hunter_tnok. Dalam unggahannya disebutkan peristiwa itu terjadi pada April 2026.

Narasi dalam unggahan tersebut menyebut seorang pria asal Jepang diduga mendapat tawaran prostitusi anak dari sejumlah mucikari di kawasan Lokasari.

Iklan

“Dalam video yang diunggah ke YouTube oleh seorang pria Jepang pada April 2026, terlihat para mucikari di Lokasari berulang kali meneriakkan kata “Seventeen” dan “Perawan” untuk mempromosikan prostitusi anak. Bukti nyata bahwa praktik prostitusi anak merajalela di Lokasari,” demikian isi unggahan tersebut.

Video itu kemudian memicu perhatian publik dan menuai beragam respons dari warganet.

Menanggapi viralnya video tersebut, Polsek Metro Tamansari langsung melakukan penyelidikan dan pengecekan ke lokasi yang disebut dalam unggahan.

Kapolsek Metro Tamansari Kompol Bobby M. Zulfikar mengatakan pihaknya sudah mendalami informasi yang beredar di media sosial tersebut

Bobby menegaskan hasil pengecekan di lapangan tidak menemukan adanya praktik prostitusi anak seperti yang ditudingkan dalam video viral tersebut.

“Alhamdulilah sudah dikonfirmasi bahwa hal tersebut tidak terbukti,” kata Bobby saat dikonfirmasi, Senin (25/5).

Ia juga memastikan kabar yang menyebut WNA Jepang ditawari layanan prostitusi anak di kawasan Lokasari tidak benar.

“Betul berita tersebut tidak benar,” ucapnya.

Meski demikian, polisi tetap melakukan pemantauan di kawasan Lokasari untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Kasus video viral tersebut kini menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan eksploitasi anak dan citra kawasan hiburan malam di Jakarta Barat.

(sib/lex)