BANYUMAS, ifakta.co – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) terus mendorong penguatan citra institusi melalui strategi komunikasi digital. Karena itu, kampus tersebut menggelar pelatihan media sosial bagi pengelola akun dari berbagai unit kerja dan fakultas pada Rabu (6/5).

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Rektorat Unsoed. Selain itu, pelatihan ini menyasar peningkatan kualitas pengelolaan media sosial secara terarah.

Ketua Tim Media Sosial Unsoed, Dr. Dian Bestari Santi R, menekankan pentingnya keselarasan pesan di seluruh kanal digital kampus.

Iklan

“Melalui pelatihan ini, kami berharap pengelolaan media sosial tidak lagi berbasis intuisi semata, tetapi lebih terarah, strategis, dan berbasis pemahaman yang kuat,” ujarnya.

Ia juga mendorong kolaborasi antarpengelola agar komunikasi institusi terlihat konsisten dan saling menguatkan.

Reputasi Kampus Rentan Dipengaruhi Konten

Pelatihan menghadirkan praktisi media sosial Wicaksono (Ndoro Kakung). Ia membawakan materi bertajuk The New Era of Institutional Branding.

Dalam paparannya, ia menyoroti perubahan besar di era digital. Menurutnya, konten di platform seperti Instagram dan TikTok dapat memengaruhi reputasi kampus secara cepat.

“Reputasi kampus hari ini bisa berubah dalam satu malam akibat satu konten viral. Ini adalah tantangan nyata yang tidak pernah terjadi 10 hingga 20 tahun lalu,” ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa algoritma menentukan jangkauan konten. Karena itu, pengelola media sosial harus memahami pola distribusi informasi di platform digital.

Wicaksono menegaskan bahwa media sosial kini memegang peran strategis. Kampus tidak lagi menggunakan media sosial hanya sebagai sarana publikasi kegiatan.

“Media sosial kampus adalah wajah digital institusi. Di sanalah publik menilai karakter, mutu, hingga kepercayaan terhadap kampus,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta faktor emosional audiens memengaruhi cara publik menerima informasi. Oleh karena itu, konten harus disusun secara relevan dan responsif.

Lima Pilar Branding Digital Kampus

Dalam sesi pelatihan, narasumber memaparkan lima pilar utama dalam membangun branding digital kampus. Pilar tersebut meliputi layanan dan informasi, akademik dan riset, mahasiswa dan komunitas, dampak sosial, serta reputasi dan kepercayaan.

Selain itu, peserta juga mempelajari strategi menghadapi isu di media sosial. Pendekatan yang digunakan menekankan kecepatan respons tanpa mengabaikan ketepatan informasi.

“Kampus yang kuat bukan yang paling sering menyebut dirinya unggul, tetapi kampus yang kuat adalah kampus yang membuat publik bisa melihat, merasakan, dan percaya bahwa keunggulan itu memang bekerja,” pungkasnya.

Melalui pelatihan ini, Unsoed mempertegas komitmennya dalam beradaptasi dengan perkembangan digital. Selain itu, kampus juga ingin membangun komunikasi publik yang lebih efektif, transparan, dan berdampak.

Dengan langkah tersebut, Unsoed berharap mampu memperkuat reputasi institusi sekaligus meningkatkan kepercayaan publik secara berkelanjutan.

(naf/wli)