JAKARTA, ifakta.co – Pegiat media sosial Ade Armando resmi mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers di kantor DPP PSI pada Selasa (5/5).

“Saya mohon izin, yaitu melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI, ya,” kata Ade dalam keterangannya.

Ia memilih mundur untuk mencegah dampak lebih luas terhadap PSI akibat kasus hukum yang sedang ia hadapi.

Iklan

Kasus dugaan penghasutan dan ujaran kebencian yang menjeratnya, menurut Ade, telah menyeret nama partai. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi merugikan PSI jika terus berlanjut.

“Ada kelompok-kelompok atau pihak-pihak yang menurut saya sengaja mengorkestrasi ini untuk juga menyerang atau menghancurkan PSI. Dan saya tidak terima itu,” kata Ade.

Lebih lanjut, Ade mengungkapkan bahwa sejumlah kader dan aktivitas partai ikut terdampak akibat polemik tersebut. Ia khawatir situasi ini akan menghambat langkah politik PSI ke depan.

Menurutnya, ada potensi pihak tertentu mempersulit gerak partai, terutama dalam menghadapi agenda politik mendatang.

“Seperti orang-orang akan mempersulit kerja PSI berikutnya untuk memperjuangkan partai di berbagai tempat gitu ya, menjelang, bukan menjelang, nanti menuju pemilu 2029,” ujarnya.

Ade Armando bersama Permadi Arya dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penghasutan dan provokasi.

Laporan tersebut berkaitan dengan potongan ceramah Jusuf Kalla (JK) di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu.

(ca/cin)