BANYUMAS, ifakta.co – Pemerintah Kabupaten Banyumas melantik 77 pejabat pada Senin (4/5) di Pendopo Si Panji. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, langsung memimpin prosesi sekaligus mengambil sumpah jabatan.

Selain itu, pelantikan ini memperkuat struktur birokrasi agar lebih responsif terhadap dinamika pemerintahan. Pemerintah daerah juga mendorong percepatan kinerja melalui penataan jabatan yang lebih tepat.

Kepala BKPSDM Banyumas, Eko Prijanto, menjelaskan komposisi pejabat yang dilantik. Sebanyak 75 orang mengisi jabatan fungsional. Sementara itu, dua pejabat menempati jabatan pimpinan tinggi pratama.

Iklan

“Jabatan tinggi pratama yang dilantik hari ini, yakni Widodo Sugiri sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Sumardi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Hukum,” kata Eko.

Rotasi Jabatan Dorong Kinerja Lebih Adaptif

Sadewo menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan bukan sekadar rutinitas administratif. Ia memastikan seluruh keputusan melalui pertimbangan matang dan mengacu pada aturan yang berlaku.

Selain itu, ia menilai langkah ini penting untuk memperkuat kinerja birokrasi. Pemerintah daerah perlu merespons perubahan dengan cepat dan tepat.

Menurutnya, Banyumas menghadapi berbagai tantangan. Di satu sisi, regulasi terus berkembang. Di sisi lain, efisiensi anggaran semakin ketat. Bahkan, masyarakat kini menuntut pelayanan publik yang lebih cepat dan berkualitas.

Oleh karena itu, aparatur harus menyesuaikan cara kerja. Mereka perlu memanfaatkan teknologi sekaligus menerapkan pola kerja yang lebih fleksibel.


Tekankan Inovasi dan Dampak Nyata

Sadewo meminta pejabat pimpinan tinggi pratama segera mengambil peran strategis. Ia mendorong mereka menciptakan ritme kerja yang efektif dan kebijakan berbasis kebutuhan nyata.

“Bangun ritme kerja yang efektif, pastikan setiap kebijakan yang diambil berbasis pada kebutuhan nyata, serta dorong terciptanya inovasi yang tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga berdampak secara langsung,” kata Bupati.

Selain itu, ia ingin setiap kebijakan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah daerah tidak cukup hanya merancang program, tetapi juga harus memastikan hasilnya terasa.


Peran Penting Pejabat Fungsional

Sementara itu, Sadewo juga menyoroti peran pejabat fungsional, terutama tenaga kesehatan. Ia meminta mereka menjaga kualitas layanan di garis terdepan.

Di tengah keterbatasan, aparatur tetap harus memberikan pelayanan profesional dan responsif. Selain itu, mereka harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap tugas.

Dengan demikian, masyarakat tetap merasakan pelayanan yang optimal.


Dorong Semangat Baru dalam Birokrasi

Lebih lanjut, Sadewo menegaskan bahwa ia tidak menginginkan pola kerja stagnan. Ia menuntut perubahan nyata dari setiap pejabat yang dilantik.

“Ia menegaskan tidak ingin melihat pola kerja yang stagnan. Setiap pejabat yang dilantik diharapkan hadir dengan semangat baru, cara kerja baru, serta komitmen baru untuk memberikan kinerja terbaik.”

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap birokrasi menjadi lebih dinamis. Selain itu, kinerja aparatur dapat meningkat secara terukur.


Arah Baru Pelayanan Publik Banyumas

Ke depan, Pemkab Banyumas menargetkan birokrasi yang lebih adaptif, inovatif, dan profesional. Pemerintah juga ingin mempercepat pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.

Dengan pelantikan ini, Banyumas memperkuat fondasi organisasi. Selain itu, pemerintah daerah mendorong kolaborasi antarlembaga agar pelayanan semakin efektif.

Pada akhirnya, langkah ini diharapkan mampu menjawab tuntutan masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.

(naf/tio)