JAKARTA, ifakta.co – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (27/4).
Pertemuan ini berlangsung tepat saat publik ramai membahas rencana perombakan Kabinet Merah Putih yang kabarnya digelar hari ini juga.
“Ya, nanti kita lihat,” ucapnya singkat usai audiensi.
Iklan
Ketua Umum Partai Golkar itu juga membatasi komentar saat wartawan menyinggung apakah topik perombakan menjadi bahan obrolan utama.
“Ada semuanya harus disampaikan, ada semuanya yang tidak perlu disampaikan,” jawabnya ambigu. Transisi dari politik ke energi pun mengalir alami saat ia ungkap fokus sesungguhnya.
Bahlil mengalihkan perhatian ke upaya kurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG). Ia soroti konsumsi elpiji nasional yang capai 8,6 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya 1,7 juta ton.
“Tapi ini masih dalam pembahasan, saya harus finalisasi, dan ini salah satu alternatif terbaik,” tegasnya.
Diskusi mendalam ini menunjukkan prioritas pemerintahan Prabowo dalam sektor energi. Langkah tersebut tidak hanya tekan defisit, tapi juga dorong kemandirian bahan bakar rumah tangga. Sementara itu, isu reshuffle tetap mengemuka dari sumber terpercaya.
Detail Perombakan Pejabat Tinggi
Prabowo rencanakan penggantian bertahap, mulai dari kepala badan. Seorang sumber ungkap pengumuman awal mendarat Senin besok (28/4).
Sore ini, posisi Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), dan Kepala Badan Karantina Nasional berpotensi berganti.
Muhammad Qodari, Kepala KSP saat ini, geser ke Juru Bicara Presiden sekaligus Kepala Bakom. Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, ambil alih KSP.
Abdul Kadir Karding, politisi PKB ex-Menteri P2MI 2024-2025, tempati Badan Karantina. Hasan Nasbi, mantan Kepala PCO, raih jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Muhammad Qodari tanggapi isu perpindahannya dengan tenang. “Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden,” katanya via pesan singkat Senin (27/4). Pernyataan ini perkuat spekulasi perombakan cepat.
Perubahan ini bentuk strategi Prabowo optimalkan kinerja kabinet. Publik nantikan pengumuman resmi pukul 15.00 WIB untuk konfirmasi penuh.
(ti/tio)




