JAKARTA, ifakta.co – Dugaan praktik curang mencuat dalam program undian yang digelar Hanania Group. Pemenang undian bertajuk Hanania Vaganza Jilid 3 dilaporkan hingga kini belum menerima hadiah utama berupa sepeda motor, memicu kekecewaan sekaligus tanda tanya publik.
Salah satu sumber menyebutkan, undian tersebut diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya. “Undian tersebut hanya hisapan jempol belaka, sampai dengan hari ini pihak Hanania bungkam,” ujar sumber kepada ifakta.co, Senin (13/4).
Upaya konfirmasi kepada pihak Hanania Group melalui pesan singkat ke nomor +62 821239709xx yang diduga milik perwakilan perusahaan, Holy, tidak membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Iklan
Kondisi ini menimbulkan spekulasi adanya dugaan manipulasi data pemenang oleh oknum internal. Dugaan tersebut memperkuat kekhawatiran publik terkait transparansi dan akuntabilitas program promosi yang melibatkan hadiah bernilai besar.
Seiring dengan mencuatnya kasus ini, sejumlah pihak mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk segera mengambil langkah tegas. DPR diminta memanggil Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia guna mengkaji ulang perizinan travel yang diduga bermasalah, termasuk Hanania Group.
Pengawasan terhadap biro perjalanan dinilai perlu diperketat untuk mencegah praktik-praktik merugikan masyarakat. Terlebih, program undian kerap menjadi daya tarik utama dalam menarik konsumen, sehingga transparansi menjadi hal mutlak.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Hanania Group terkait tudingan tersebut. Publik pun menunggu kejelasan serta langkah konkret dari pihak berwenang untuk mengusut dugaan pelanggaran ini.(Jojo)


