TANGERANG, ifakta.co – Polresta Tangerang, Polda Banten, mengerahkan sekitar 200 personel gabungan untuk mengantisipasi pergerakan massa aksi 27 Agustus yang akan menuju Jakarta dan menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Kamis (27/8).
Petugas akan melakukan patroli dan penyekatan di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur pergerakan massa. Pengamanan mencakup akses jalan tol, jalur perbatasan hingga sejumlah stasiun kereta api di wilayah Kabupaten Tangerang.
Kepala Bagian Operasional Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian mengatakan pihaknya mengambil langkah preventif untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan selama berlangsungnya aksi.
Iklan
Menurut dia, aparat memberikan perhatian khusus terhadap kemungkinan keterlibatan pelajar dalam aksi tersebut.
“Kami mempersiapkan untuk mengantisipasi adanya masa yang akan ke Jakarta, khusus wilayah Tangerang. Tentunya kita mengantisipasi adanya para pelajar, baik itu anak-anak SMP maupun SMA, yang ikut aksi,” kata Raden di Tangerang, Kamis.
Polresta Tangerang telah memetakan sejumlah titik yang dianggap krusial dalam pola pengamanan. Aparat akan memantau jalur-jalur yang berpotensi digunakan masyarakat, khususnya remaja dan pelajar, untuk menuju Jakarta.
Petugas akan memperketat pengawasan di kawasan perbatasan Gumarang yang menghubungkan wilayah Tangerang dan Curug. Selain itu, aparat juga melakukan pemantauan di akses Tol Metro serta pintu Tol Balaraja Barat, Balaraja Timur dan Kedaton.
Pengawasan turut mencakup jalur arteri di wilayah Binuang yang menjadi salah satu akses mobilitas menuju wilayah lain.
Sementara itu, Polresta Tangerang juga menempatkan personel di sejumlah stasiun kereta api. Pengamanan dilakukan di Stasiun Daru, Stasiun Tigaraksa dan Stasiun Cikoya.
Aparat juga akan melakukan pengawasan di sejumlah objek vital dan kawasan terminal. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi mobilitas massa dari wilayah Tangerang menuju Jakarta.
“Untuk memaksimalkan pengamanan, Polresta Tangerang tidak bekerja sendiri. Sebanyak 200 personel kepolisian didukung oleh unsur TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP untuk melaksanakan patroli skala besar,” kata Raden.
Meski memperketat pengamanan, kepolisian tetap mengutamakan pendekatan persuasif. Petugas akan memberikan imbauan kepada para remaja agar tidak ikut-ikutan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi.
Polresta Tangerang berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap kondusif. Raden juga berharap kegiatan penyampaian aspirasi di depan Gedung DPR RI berlangsung aman, tertib dan damai.
Ia menekankan bahwa masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi, namun pelaksanaannya harus tetap mengedepankan ketertiban dan cara-cara yang konstruktif.
“Terkait durasi pengetatan, pihak kepolisian akan melihat perkembangan situasi di lapangan. Untuk tahap awal, pola pengamanan dan penyekatan disiapkan hingga hari Minggu, dengan penyesuaian berkala bergantung pada dinamika situasi keamanan,” ucapnya.
(sib/lex)
