JAKARTA, ifakta.co – Sebanyak 18.504 personel dikerahkan untuk memberikan pengamanan dan pelayanan terhadap aksi unjuk rasa yang berlangsung di sejumlah titik wilayah Jakarta Pusat, Kamis.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Dr. Reynold EP Hutagalung mengatakan, ribuan personel tersebut disiagakan secara berlapis untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
“Pengamanan mulai dilakukan sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah pejabat utama dan perwira pengendali,” kata Reynold dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Iklan
Pimpinan Polres Metro Jakarta Pusat turut memimpin langsung pengamanan aksi di sejumlah titik. Untuk Zona 1, pengamanan difokuskan di kawasan Ring 1 DPR/MPR.
Sementara itu, Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Mirzal Maulana turut memimpin pelayanan dan pengamanan sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan.
Reynold menjelaskan, aparat membagi wilayah pengamanan ke dalam sejumlah zona. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi konsentrasi massa sekaligus menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Zona 2 mencakup sejumlah titik di sekitar kompleks DPR/MPR hingga Fly Over Semanggi.
Kemudian, Zona 3 meliputi Pintu Escape SPARK, kawasan TVRI, traffic light Hotel Mulia, hingga traffic light Asia Afrika.
Pengamanan di Zona 4 dipusatkan di kawasan Gerbang Pancasila. Sementara Zona 5 meliputi Pospol Palmerah, Stasiun Palmerah, Masjid DPR, hingga Gedung LHK.
Selanjutnya, Zona 6 mencakup kawasan BPK RI, Lorong Warga, dan Ladokgi Atas.
Selain sejumlah titik tersebut, aparat juga menyiagakan personel di kawasan Bundaran HI dan Dukuh Atas. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan massa serta dampaknya terhadap arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Reynold menegaskan seluruh personel kepolisian yang bertugas dalam pengamanan aksi tidak dibekali senjata api maupun senjata tajam.
“Hal tersebut sebagai bentuk komitmen Polri mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam memberikan pelayanan serta pengamanan aksi unjuk rasa,” ujar Reynold.
Selain pengamanan terhadap massa aksi, personel lalu lintas juga telah disiapkan untuk mengatur pergerakan kendaraan di sejumlah ruas jalan.
Polisi akan menerapkan pengaturan maupun pengalihan arus lalu lintas secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan apabila terjadi peningkatan kepadatan kendaraan atau massa aksi menutup ruas jalan tertentu.
Reynold menegaskan, pengamanan aksi demonstrasi di Jakarta Pusat tetap mengedepankan pendekatan humanis. Polisi, kata dia, tetap memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif dalam melayani masyarakat,” pungkas Reynold.
(rom/cing)



