JAKARTA, ifakta.co – Karyawan yang mengundurkan diri, terkena PHK, atau menyelesaikan masa kontrak biasanya perlu memastikan status BPJS Ketenagakerjaan sudah tidak aktif. Langkah ini penting karena dapat mencegah pembayaran iuran ganda saat bekerja di perusahaan baru. Selain itu, data kepesertaan yang akurat juga memudahkan proses administrasi, termasuk saat mengajukan klaim manfaat tertentu.

Meski banyak peserta ingin mengurus sendiri proses tersebut, penonaktifan BPJS Ketenagakerjaan pada dasarnya menjadi kewajiban perusahaan. Namun demikian, peserta tetap dapat memantau status kepesertaan dan melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan apabila status masih aktif setelah hubungan kerja berakhir.

Kapan BPJS Ketenagakerjaan Menjadi Nonaktif?

Setelah karyawan resign atau mengalami pemutusan hubungan kerja, perusahaan biasanya mengajukan penonaktifan melalui sistem BPJS Ketenagakerjaan.

Iklan

Pada umumnya, status kepesertaan berubah menjadi nonaktif sekitar 30 hari setelah pembayaran iuran terakhir. Namun, apabila dokumen lengkap dan proses verifikasi berjalan lancar, perubahan status dapat selesai dalam beberapa hari kerja.

Langkah Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Secara Online

Meskipun peserta tidak dapat menonaktifkan kepesertaan secara mandiri, peserta tetap bisa memantau prosesnya melalui aplikasi resmi BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut langkah yang dapat dilakukan:

1. Unduh Aplikasi JMO

Pertama, instal aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) melalui Play Store atau App Store.

2. Masuk ke Akun Kepesertaan

Selanjutnya, login menggunakan nomor peserta dan data identitas yang telah terdaftar.

3. Periksa Status Kepesertaan

Kemudian, buka menu layanan kepesertaan atau JHT untuk melihat status aktif maupun nonaktif.

4. Hubungi HRD Jika Status Masih Aktif

Jika status masih aktif padahal hubungan kerja sudah berakhir, segera hubungi bagian HRD perusahaan lama. Setelah itu, perusahaan akan mengajukan perubahan status melalui sistem resmi BPJS Ketenagakerjaan.

5. Tunggu Proses Verifikasi

Setelah perusahaan mengirimkan data, sistem BPJS Ketenagakerjaan akan melakukan verifikasi. Selanjutnya, status kepesertaan akan berubah menjadi nonaktif setelah proses selesai.

Langkah Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan Secara Offline

Selain melalui pemantauan online, peserta juga dapat mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan untuk memperoleh informasi terkait status kepesertaan.

Berikut tahapan yang perlu dilakukan:

1. Siapkan Dokumen Pendukung

Sebelum berangkat, siapkan dokumen seperti:

  • Paklaring atau surat keterangan berhenti kerja
  • KTP
  • Kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan
  • Dokumen lain yang diminta petugas

2. Datangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Selanjutnya, kunjungi kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan sesuai wilayah perusahaan sebelumnya.

3. Ambil Nomor Antrean

Setelah tiba di lokasi, ambil nomor antrean dan tunggu panggilan dari petugas layanan.

4. Sampaikan Tujuan Kedatangan

Kemudian, jelaskan bahwa status kepesertaan masih aktif meskipun sudah berhenti bekerja.

5. Serahkan Dokumen

Petugas akan memeriksa dokumen pendukung dan melakukan pengecekan data kepesertaan.

6. Tunggu Hasil Verifikasi

Apabila data sesuai, petugas akan membantu mengarahkan proses koordinasi dengan perusahaan atau memberikan informasi mengenai status penonaktifan yang sedang berjalan.

Cara Perusahaan Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan

Penonaktifan resmi dilakukan oleh perusahaan melalui Sistem Informasi Pelaporan Peserta (SIPP).

Secara umum, prosesnya meliputi:

  1. Login ke sistem SIPP BPJS Ketenagakerjaan.
  2. Mencari data pekerja yang sudah resign atau selesai kontrak.
  3. Memilih menu penonaktifan pekerja.
  4. Mengonfirmasi perubahan status.
  5. Mengirim data untuk proses verifikasi BPJS Ketenagakerjaan.

Karena perusahaan memiliki akses penuh terhadap sistem tersebut, peserta perlu berkoordinasi dengan HRD apabila status kepesertaan belum berubah.

Manfaat Menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan

Penonaktifan kepesertaan memberikan sejumlah manfaat penting, antara lain:

1. Menghindari Iuran Ganda

Ketika mulai bekerja di perusahaan baru, status nonaktif mencegah terjadinya pembayaran iuran dari dua perusahaan sekaligus.

2. Menjaga Validitas Data

Selain itu, data kepesertaan menjadi lebih akurat dan sesuai dengan kondisi pekerjaan terbaru.

3. Mempermudah Administrasi

Status kepesertaan yang jelas juga membantu berbagai proses administrasi, termasuk pendaftaran kepesertaan baru.

4. Mempercepat Pengurusan Manfaat

Selanjutnya, peserta dapat lebih mudah mengurus berbagai layanan BPJS Ketenagakerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Mengurangi Risiko Kesalahan Data

Di samping itu, penonaktifan membantu menghindari perbedaan data antara perusahaan lama, perusahaan baru, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Kesimpulan

Cara menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan setelah resign pada dasarnya harus dilakukan oleh perusahaan melalui sistem resmi BPJS Ketenagakerjaan. Namun, peserta tetap perlu memantau status kepesertaan dan berkoordinasi dengan HRD apabila status masih aktif setelah berhenti bekerja.

Selain itu, peserta dapat memeriksa status melalui aplikasi JMO maupun berkonsultasi langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan. Dengan memastikan status kepesertaan sudah nonaktif, proses administrasi saat pindah kerja menjadi lebih lancar dan data kepesertaan tetap valid.

FAQ

1. Apakah peserta bisa menonaktifkan BPJS Ketenagakerjaan sendiri?

Tidak. Penonaktifan resmi hanya dapat dilakukan oleh perusahaan melalui sistem SIPP BPJS Ketenagakerjaan.

2. Berapa lama BPJS Ketenagakerjaan menjadi nonaktif setelah resign?

Umumnya sekitar 30 hari setelah pembayaran iuran terakhir, meskipun dalam kondisi tertentu proses dapat berlangsung lebih cepat.

3. Bagaimana cara mengecek status BPJS Ketenagakerjaan?

Status kepesertaan dapat diperiksa melalui aplikasi JMO atau dengan mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan.

4. Apakah harus datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan?

Tidak selalu. Peserta dapat memantau status secara online. Namun, kunjungan ke kantor cabang dapat membantu jika terjadi kendala administrasi.

5. Apa yang harus dilakukan jika status masih aktif setelah resign?

Segera hubungi HRD perusahaan lama agar proses penonaktifan dapat diajukan melalui sistem resmi.

6. Apakah penonaktifan BPJS Ketenagakerjaan penting saat pindah kerja?

Ya. Penonaktifan membantu mencegah iuran ganda dan menjaga keakuratan data kepesertaan.

7. Dokumen apa yang biasanya diperlukan saat mengurus status kepesertaan?

Dokumen yang umumnya diperlukan meliputi paklaring, KTP, dan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.

(naf/lex)

Iklan