Cuka putih memiliki aroma asam yang tidak disukai tikus. Oleh sebab itu, bahan dapur ini sering dimanfaatkan sebagai pengusir alami.
Campurkan cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama, lalu masukkan ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan larutan tersebut pada area yang sering menjadi tempat aktivitas tikus. Lakukan secara rutin agar hasilnya lebih maksimal.
3. Menanam Tanaman Beraroma Kuat
Beberapa jenis tanaman mampu menghalau tikus karena aromanya cukup menyengat bagi hewan pengerat tersebut. Lavender, rosemary, dan daun mint menjadi pilihan favotit banyak orang.
Iklan
Selain berfungsi sebagai pengusir tikus, tanaman tersebut juga dapat mempercantik tampilan rumah. Karena itu, metode ini menjadi solusi praktis yang memiliki manfaat ganda.
4. Memasang Perangkap Ramah Lingkungan
Perangkap tanpa racun dapat menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang ingin menangkap tikus tanpa membahayakan anggota keluarga maupun hewan peliharaan. Setelah tikus tertangkap, lepaskan di lokasi yang jauh dari area permukiman agar tidak kembali lagi.
5. Menggunakan Alat Ultrasonik
Teknologi pengusir tikus berbasis ultrasonik semakin banyak digunakan karena praktis dan tidak memerlukan bahan kimia. Alat ini menghasilkan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang mengganggu tikus, tetapi tidak terdengar oleh manusia.
Meski demikian, pengguna perlu mempertimbangkan biaya pembelian alat yang relatif mahal dibandingkan metode konvensional.
Langkah Pencegahan Agar Tikus Tidak Kembali
Mengusir tikus saja tidak cukup. Setelah populasi tikus berkurang, pemilik rumah perlu melakukan pencegahan agar masalah serupa tidak terulang.
1. Menjaga Kebersihan Rumah Secara Rutin
Kebersihan menjadi faktor utama dalam mencegah kedatangan tikus. Karena itu, segera bersihkan sisa makanan, sapu area dapur setiap hari, dan buang sampah secara teratur. Semakin sedikit sumber makanan yang tersedia, semakin kecil peluang tikus datang.
2. Menutup Semua Celah Masuk
Tikus dapat masuk melalui lubang yang ukurannya sangat kecil. Oleh karena itu, periksa bagian dinding, ventilasi, atap, dan saluran pembuangan secara berkala. Selanjutnya, tutup celah yang ditemukan menggunakan semen, kawat kasa, atau bahan lain yang kuat.
3. Menyimpan Bahan Pangan dengan Benar
Simpan beras, tepung, kacang-kacangan, dan bahan makanan kering lainnya di dalam wadah tertutup rapat. Wadah berbahan kaca atau logam biasanya lebih aman karena sulit digigit tikus.
4. Mengelola Makanan Hewan Peliharaan
Apabila memelihara kucing atau anjing, segera bersihkan sisa makanan setelah waktu makan selesai. Selain itu, simpan pakan hewan dalam wadah tertutup agar tidak menarik perhatian tikus.
(naf/lex)

