Lebih dari 3.000 Lulusan SMK Telah Bekerja di Luar Negeri

Kemendikdasmen mencatat langkah konkret dalam membuka akses kerja global. Hingga saat ini, pemerintah telah memberangkatkan lebih dari 3.000 lulusan SMK untuk bekerja di berbagai negara. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa dunia industri internasional mengakui kualitas pendidikan vokasi Indonesia.

“Mereka adalah bukti nyata bahwa ‘SMK Mendunia’ bukan slogan semata. Jangan pernah membatasi cita-citamu. Kuasai teknologi, kuasai bahasa asing, jaga integritas serta kuatkan karaktermu. Walau kalian belajar di Indonesia, di luar sana sedang menanti karya terbaik anak-anak bangsa,” tegas Tatang.

Iklan

Untuk memperkuat capaian ini, Tatang mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, hingga lembaga pendidikan—untuk mempererat kolaborasi. Kerja sama ini bertujuan membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif melalui:

  1. Penyediaan informasi pasar kerja internasional.
  2. Pelatihan kompetensi dan sertifikasi profesi.
  3. Peningkatan kemampuan bahasa asing.
  4. Pembinaan karakter serta mental kerja siswa.

Strategi Kurikulum “Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1”

Pada kesempatan yang sama, Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, memaparkan program strategis pemerintah untuk mengasah kesiapan siswa. Pemerintah kini meluncurkan program unggulan Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1, yang berlandaskan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 64 Tahun 2026.

Program ini menawarkan fleksibilitas kurikulum yang langsung menyesuaikan dengan kebutuhan industri negara tujuan. Sistem belajarnya terbagi menjadi dua tahap:

Tahap BelajarDurasiFokus Materi
Pendidikan Reguler3 TahunPenguasaan kompetensi inti sesuai bidang keahlian masing-masing.
Pendidikan Tambahan1 TahunPenguatan bahasa asing, kompetensi teknis standar internasional, kesiapan fisik/mental, hukum ketenagakerjaan internasional, dan literasi keuangan.

SMK menjadi strategi yang tepat untuk memastikan kita bisa memanfaatkan bonus demografi dengan baik,” kata Arie.

Arie mengingatkan bahwa peluang kerja internasional bagi lulusan SMK sangat terbuka lebar. Kendati demikian, siswa harus mengimbanginya dengan persiapan yang matang agar mampu bersaing secara sehat dan mendapatkan perlindungan profesional yang layak.

“Kita memastikan bahwa mulai dari pembelajaran hingga pemberangkatan harus sejalan dengan kemampuan keterampilan. Peluang kerja luar negeri bagi lulusan SMK sangat besar, tetapi harus dijawab dengan kesiapan bahasa, kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan,” pungkas Arie.

Melalui penguatan vokasi yang relevan, sertifikasi kompetensi, dan kolaborasi erat dengan dunia industri, Kemendikdasmen optimistis lulusan SMK Indonesia mampu menjadi ujung tombak yang mengisi ceruk pasar kerja global sekaligus mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

(fa/fza)