Padahal, pemahaman tentang keduanya sangat penting. Selain membantu penulisan menjadi lebih rapi, penggunaan singkatan dan akronim yang tepat juga membuat informasi lebih mudah dipahami. Oleh sebab itu, setiap penulis perlu memahami kaidah penulisan yang benar sesuai aturan Bahasa Indonesia.
Iklan
Pengertian Singkatan dan Akronim
Sebelum memahami perbedaannya, pembaca perlu mengetahui definisi singkatan dan akronim terlebih dahulu.
Apa Itu Akronim?
Akronim merupakan bentuk pemendekan kata yang berasal dari gabungan huruf, suku kata, atau bagian kata lain sehingga dapat dibaca sebagai sebuah kata utuh. Dalam Bahasa Indonesia, akronim termasuk bagian dari abreviasi.
Menurut ahli bahasa Harimurti Kridalaksana, akronim terbentuk dari gabungan huruf atau suku kata yang dilafalkan layaknya kata biasa. Karena itu, penyusunannya harus mengikuti kaidah pelafalan Bahasa Indonesia.
Sebagai contoh, kata “iptek” berasal dari frasa “ilmu pengetahuan dan teknologi”. Selain itu, masyarakat juga mengenal kata “pemilu” yang berasal dari “pemilihan umum”.
Tidak hanya berfungsi sebagai penyingkat nama, akronim juga sering terpakai sebagai semboyan, istilah populer, hingga media humor dalam kehidupan sosial. Bahkan, beberapa daerah menggunakan akronim sebagai slogan untuk memperkuat identitas wilayah.
Apa Itu Singkatan?
Sementara itu, singkatan merupakan bentuk pemendekan yang terdiri atas satu huruf atau gabungan beberapa huruf tertentu. Berbeda dengan akronim, singkatan tidak selalu membentuk kata yang dapat dibaca secara utuh.
Sebagai contoh, masyarakat menggunakan “Sdr.” untuk saudara, “dll.” untuk dan lain-lain, atau “KTP” untuk kartu tanda penduduk.
Biasanya, penulis memakai singkatan untuk mempersingkat penulisan tanpa mengubah arti kata atau frasa aslinya. Oleh karena itu, singkatan banyak ditemukan dalam surat resmi, karya ilmiah, maupun dokumen pemerintahan.
Perbedaan Singkatan dan Akronim
Meskipun sama-sama berfungsi memendekkan kata, singkatan dan akronim memiliki sejumlah perbedaan mendasar. Berikut penjelasannya.
| Aspek | Singkatan | Akronim |
|---|---|---|
| Bentuk | Gabungan huruf | Gabungan huruf atau suku kata |
| Cara Membaca | Dieja huruf per huruf | Dibaca sebagai kata |
| Pelafalan | Tidak membentuk kata baru | Membentuk kata yang mudah diucapkan |
| Penulisan | Sebagian memakai tanda titik | Umumnya tanpa tanda titik |
| Contoh | Sdr., DPR, KTP | pemilu, puskesmas, bulog |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa akronim lebih memperhatikan keserasian bunyi agar mudah dilafalkan. Sebaliknya, singkatan hanya bertujuan mempersingkat tulisan tanpa harus membentuk kata baru.
Jenis-Jenis Singkatan
Dalam Bahasa Indonesia, singkatan memiliki beberapa bentuk penulisan. Berikut penjelasannya.
1. Singkatan Nama dan Gelar
Jenis singkatan ini memakai tanda titik pada setiap unsur singkatannya.
Contoh:
- A.H. Nasution = Abdul Haris Nasution
- H. Hamid = Haji Hamid
- M.Hum. = Magister Humaniora
- S.E. = Sarjana Ekonomi
2. Singkatan Nama Lembaga
Selanjutnya, singkatan nama lembaga ditulis menggunakan huruf kapital tanpa tanda titik.
Contoh:
- DPR = Dewan Perwakilan Rakyat
- UI = Universitas Indonesia
- WHO = World Health Organization
- ASEAN = Association of Southeast Asian Nations
3. Singkatan Umum
Selain itu, masyarakat juga sering memakai singkatan umum dalam surat-menyurat maupun tulisan formal.
Contoh:
- dll. = dan lain-lain
- dsb. = dan sebagainya
- yth. = yang terhormat
- ttd. = tertanda
4. Singkatan Lambang dan Satuan
Jenis singkatan ini biasanya muncul dalam bidang ilmiah, ukuran, atau mata uang.
Contoh:
- cm = sentimeter
- kg = kilogram
- Rp = rupiah
- l = liter
Jenis-Jenis Akronim
Selain singkatan, akronim juga terbagi menjadi beberapa bentuk.
1. Akronim Nama
Akronim nama diri ditulis menggunakan huruf kapital seluruhnya.
Contoh:
- Bulog = Badan Urusan Logistik
- Bappenas = Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
- Kalteng = Kalimantan Tengah
- Suramadu = Surabaya-Madura
2. Akronim Bukan Nama
Sementara itu, akronim bukan nama diri ditulis menggunakan huruf kecil.
Contoh:
- iptek = ilmu pengetahuan dan teknologi
- pemilu = pemilihan umum
- puskesmas = pusat kesehatan masyarakat
- posyandu = pos pelayanan terpadu
Pentingnya Memahami Singkatan dan Akronim
Pemahaman tentang singkatan dan akronim membantu seseorang menulis secara lebih efektif dan sesuai kaidah Bahasa Indonesia. Selain itu, penggunaan yang tepat membuat pembaca lebih mudah memahami informasi yang disampaikan.
Di sisi lain, penulisan yang benar juga meningkatkan kualitas karya tulis, baik dalam artikel, laporan, surat resmi, maupun karya ilmiah. Karena itu, penulis perlu memperhatikan aturan penulisan sesuai pedoman Bahasa Indonesia yang berlaku.
Kesimpulan
Singkatan dan akronim memang sama-sama berfungsi memendekkan kata atau frasa. Namun, keduanya memiliki perbedaan dari cara pembentukan, pelafalan, hingga aturan penulisan. Singkatan biasanya terdiri atas huruf tertentu dan tidak selalu dapat dibaca sebagai kata. Sebaliknya, akronim dibentuk agar dapat terucap layaknya sebuah kata baru.
Oleh sebab itu, memahami perbedaan singkatan dan akronim sangat penting agar penggunaan Bahasa Indonesia menjadi lebih tepat, jelas, dan mudah dipahami pembaca.
(naf/lex)




