CILACAP, ifakta.co – Kabupaten Cilacap memperkuat ekosistem inovasi dengan meluncurkan Rumah Inovasi Cilacap, Hilirisasi Ide Verifikasi dan Eksekusi (RICH Hive), pada Rabu (6/5) di Auditorium Politeknik Negeri Cilacap. Program ini langsung menargetkan percepatan lahirnya inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

RICH Hive hadir sebagai ruang pengembangan ide dari berbagai kalangan. Selain itu, platform ini membuka akses bagi masyarakat, komunitas, akademisi, hingga pelaku usaha untuk berkolaborasi.

Direktur RICH Hive, Dr. Nandang Bekti Karnowati, menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada diskusi semata. Ia menekankan bahwa setiap ide akan melewati proses konkret hingga implementasi.

Iklan

“Rumah Inovasi ini nanti bisa menghilirisasi ide-ide yang ada di masyarakat. Kemudian kami validasi dan kita eksekusi atau implementasikan secara nyata untuk kemaslahatan masyarakat,” katanya.

Jawab Kendala Inovator Lokal

Menurut Nandang, banyak inovator menghadapi hambatan saat membawa ide ke tahap realisasi. Karena itu, RICH Hive hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

“Selama ini banyak yang punya gagasan, tapi bingung harus membawa bendera apa untuk bisa berkembang. Di sinilah RICH hadir, menghubungkan ide dengan eksekusi,” ujarnya.

Selain itu, konsep “Hive” menjadi inti dari sistem kerja RICH. Setiap inovasi akan melalui tahapan hilirisasi, validasi, dan eksekusi secara terstruktur.

RICH Hive tidak hanya fokus pada satu sektor. Sebaliknya, program ini mengembangkan inovasi yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.

Dengan semangat green economy, setiap ide diarahkan agar memberi manfaat berkelanjutan. Karena itu, pendekatan yang digunakan tidak hanya kreatif, tetapi juga solutif.

Kolaborasi Jadi Kunci Utama

RICH Hive mengandalkan kolaborasi lintas sektor sebagai kekuatan utama. Sejumlah perguruan tinggi langsung bergabung dalam inisiatif ini.

Di antaranya Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Nahdlatul Ulama Imam Al Ghozali, Universitas Al-Irsyad Cilacap, serta Politeknik Negeri Cilacap. Selain itu, 12 perguruan tinggi lain turut diundang untuk memperkuat peran akademisi.

Pemerintah daerah juga memberikan dukungan. Bappeda Kabupaten Cilacap bersama Tim Penggerak PKK terlibat sebagai mitra strategis dalam pengembangan inovasi.

Pemkab Dorong Pendekatan Pentahelix

Kepala Bappeda Cilacap, Imam Jauhari, menilai RICH Hive mampu mempercepat lahirnya solusi kreatif berbasis masyarakat.

“Ini menjadi rumah tumbuh, rumah berkembang, semua masyarakat bisa mengembangkan ide-idenya, mulai dari yang kecil-kecil saja, sehingga ini bisa menjadi kemajemukan di dalam inovasi di Cilacap,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan pentahelix—yang melibatkan pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media—menjadi strategi utama dalam mendorong inovasi daerah.

Selain itu, dukungan sektor industri juga mulai mengalir. PT Pertamina Lubricants Production Unit Cilacap menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan inovasi, khususnya bagi UMKM.

“Adanya Rumah Inovasi Cilacap ini diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup khususnya masyarakat di Cilacap,” kata Manager PUC, I Gede Dharma Susila.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan sejumlah program, termasuk pengolahan pakaian bekas menjadi produk bernilai jual seperti tas. Selain itu, pemanfaatan limbah pangan juga terus didorong menjadi peluang usaha baru.

“Kami siap membantu pemasaran produk hasil inovasi di lokasi pabrik, termasuk pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, jika UMKM yang tergabung di sini bingung memasarkan di mana silahkan ke tempat kita,” katanya.

Melalui konsep kolaboratif ini, RICH Hive diharapkan mampu melahirkan inovasi yang langsung dirasakan masyarakat. Selain itu, program ini juga menargetkan peran sebagai penghubung antara ide dan aksi.

Dengan demikian, Cilacap tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga mampu mengubahnya menjadi solusi nyata yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

(naf/wli)