Kepadatan penduduk, kata dia, turut memperbesar risiko terjadinya berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga maupun lingkungan sekitar.

“Wilayah kami yang padat penduduk memiliki risiko tinggi terhadap persoalan ini. Karena itu, edukasi seperti ini sangat dibutuhkan agar masyarakat lebih sadar dan peduli,” ucapnya.

Iklan

Ari menekankan bahwa selain sosialisasi, hal yang paling krusial adalah menghadirkan akses pelaporan yang aman dan terpercaya. Menurutnya, warga harus memiliki rasa aman dan keberanian untuk melaporkan jika menjadi korban atau saksi kekerasan.

“Yang paling penting adalah akses yang dipercaya. Masyarakat harus yakin bahwa laporan mereka aman dan akan ditindaklanjuti dengan baik. Jika itu terwujud, masyarakat tidak akan ragu untuk melapor,” tegas Lurah Duri Utara.

Harapan Kelurahan: Lingkungan Lebih Aman dan Harmonis

Ke depan, pihak Kelurahan Duri Utara berharap sosialisasi ini tidak hanya berhenti pada peningkatan wawasan, tetapi juga menumbuhkan perubahan nyata di lapangan.

Targetnya mulai dari meningkatnya kesadaran hukum, hingga terbentuknya lingkungan yang lebih aman dan harmonis bagi perempuan dan anak.

“Kami ingin masyarakat yang bahagia dan keluarga yang harmonis. Dengan kesadaran hukum yang baik, potensi kekerasan bisa ditekan,” ujar Ari Kurnia.

(my/my)