Aji Pangestu: Beruntungnya Bergotong Royong Bersama Melalui Program JKN-KIS

ifakta.co, JAKARTA – Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat telah terbukti membantu masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah.

Dengan hadirnya berbagai segmen kepesertaan juga menjadi salah satu bukti bahwa Program JKN-KIS hadir untuk seluruh lapisan masyarakat. Salah satu peserta Aji Pangestu mengatakan telah banyak keuntungan  yang ia dapatkan dengan menjadi peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Hal ini ia uangkapkan saat ditemui Tim Jamkesnews.

Aji mengungkapkan jika menjadi kepesertaan segmen ini, tidak hanya bermanfaat bagi dirinya tetapi tetapi bermanfaat juga bagi keluarganya. Karena dengan iuran yang dibayarkan yang komponennya 1% berasal dari dirinya sebagai pekerja dan 4% berasal dari pemberi kerja sudah dapat menjamin istri dan anaknya kelak.

“Jaminan kesehatan merupakan kebutuhan pokok yang harus dimiliki pekerja. Saya sama sekali tidak keberatan jika gaji saya dipotong untuk membayar iuran, karena manfaat yang saya dapatkan nantinya akan jauh lebih besar” ujar Aji.

Aji menambahkan bahwa Program JKN-KIS menjadi proteksi dirinya untuk berjaga-jaga jika terserang sakit secara tiba-tiba karena sakit tidak pernah dapat diduga datangnya.

Ia pun mengetahui bahwa biaya pelayanan kesehatan saat ini semakin besar dan memiliki jaminan kesehatan merupakan solusi tebaik untuk mengatasi masalah tersebut. Sebagai pekerja yang telah didaftarkan pada Program JKN-KIS, kini dirinya merasa lebih tenang dalam bekerja.

“Bersyukur sekali selama menjadi peserta JKN-KIS saya tidak pernah sakit dan mempergunakan kartu ini untuk berobat ke fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Dirinya pun kini merasa lebih bermanfaat bagi orang lain karena ia yakin bahwa iuran yang telah dipotong secara otomatis dari tempat ia bekerja tidak akan hilang begitu saja meskipun saat ini dirinya dalam keadaan sehat.
Iuran tersebut dapat digunakan oleh orang lain yang sakit dan lebih membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Kalau bukan diri kita sendiri yang peduli lalu siapa lagi, lebih baik mengantisipasi dengan terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari pada saat kita sakit jadi timbul permasalahan yang besar karena biaya yang mahal. Dengan seluruh kesadaran setiap individu maka gotong royong dalam program ini dapat tercipta,” tutupnya.


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here