Pandawa Mudahkan Arief dalam Updating Data Keluarga

ifakta.co, JAKARTA – Kini pelayanan administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) semakin banyak dinikmati oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Hadirnya PANDAWA sebagai salah satu kanal layanan tanpa tatap muka menjadikan peserta semakin mudah dalam mendapatkan akses pelayanan administrasi kepesertaan di era new normal saat ini.

Arief Hidayat (25) merupakan salah satu peserta JKN-KIS yang telah menikmati kemudahan PANDAWA.

Dirinya memanfaatkan layanan PANDAWA untuk melakukan perubahan data golongan dan gaji kepesertaan sang ibu yang merupakan salah satu anggota POLRI.

“Sebenarnya ibu saya sudah menjadi pengguna Mobile JKN, namun untuk melakukan perubahan data golongan dan gaji tidak bisa menggunakan aplikasi tersebut. Karena keadaan saat ini membatasi kami sekeluarga untuk tidak banyak melakukan aktivitas diluar rumah, jadinya saya mencari informasi bagaimana cara selain harus ke kantor cabang,” ungkapnya.

Informasi PANDAWA didapatkan Arief ketika mengakses internet dan membaca sebuah berita online.

Untuk memastikan hal tersebut dirinya pun melakukan konfirmasi dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400.

Dengan tutur kata yang baik dan sopan, petugas membenarkan informasi bahwa BPJS Kesehatan kini memang telah menghadirkan layanan PANDAWA sebagai salah satu inovasi yang memudahkan peserta di era saat ini.

“Sekarang pasti banyak banget masyarakat yang menggunakan Whatsapp untuk menunjang kegiatan sehari-hari, jadi sangat tepat inovasi yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan melalui PANDAWA ini,” tambah Arief.

Berdasarkan penuturan Arief, tata cara penggunaan PANDAWA pun mudah untuk digunakan. Karena pada saat diawal percakapan, BPJS Kesehatan melalui adminnya memberikan pedoman dan menu yang tersedia. Sehingga peserta dapat mengikuti instruksi dan memilih menu pelayanan yang dibutuhkan. Tak berselang lama, pihak admin pun membalas chat-nya dan menindaklanjuti permohonan perubahan data yang ia ajukan.

Sebagai salah satu bukti validasi peserta, Arief pun diwajibkan untuk mengirimkan foto selfie disertai dengan Kartu Tanda Penduduk miliknya.

Di akhir wawancara dengan ifakta.co, Arief mengungkapkan sangat menyadari hak dan kewajibannya sebagai peserta.

Oleh karena itu tidak ada alasan baginya untuk menunda dalam melakukan updating data tersebut dan berharap layanan tersebut tetap bertahan meskipun pandemi berakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here