Apes, Ambil Daun Randu Pria Asal Nganjuk Tewas Tertimpa Pohonnya

  • Whatsapp

ifakta.co, NGANJUK – Sungguh mengenaskan nasib Riyono (46) pria warga Desa Ngrombot Patianrowo, Nganjuk yang tewas tertimpa batang kayu randu ketika hendak mengambil daunnya
untuk rambanan pada Rabu (3/6/2020) sekira pukul 09.15 wib.

Kejadian itu bermula dari Wiyanto yang tak lain adalah tetangga korban pada malam sebelumnya hari Selasa jam 19.00 menelpon Agus Siswanto seorang pemotong kayu dari Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo untuk memotong pohon randu miliknya di pekarangan belakang rumah.

Keesokan harinya sekira jam 08.30 Agus langsung bekerja dan memotong pohon randu milik Wiyanto.

Menurut Kasubbag Humas Polres Nganjuk  Iptu Rony Yunimantara, dari situlah kejadian naas itu kemudian menimpa Riyono.

“Ketika ranting pohon randu sebagian sudah di potong, Wiyanto menelpon Slamet yang juga tetangganya untuk menawarkan mau apa tidak daun randu buat rambanan. Slamet mengiyakan dan segera ke pekarangan Wiyanto untuk mengambil daun randu,” terang Rony.

Ketika Slamet sampai di rumah ia sempat bertemu korban dan memberitahu masih banyak daun randu untuk rambanan di sana.

Kata Kasubbag Humas, Riyonopun bergegas ke pekarangan mengambil daun randu. Ia sempat menanyakan sesuatu pada Wiyanto sebelum meninggal di tempat.

“Arite mbah Slamet ngendi ( Arit mbah Slamet di mana. Wiyanto menjawab ojo lewat disek ono wong ngetok i uwit, awas ketiban ( jangan lewat dulu ada orang motongi kayu awas nanti tertimpa pohon),” terang Rony menirukan percakapan keduanya.

Namun peringatan dari Wiyanto tak di hiraukan oleh Riyono sehingga ia harus tewas seketika di TKP. Kemudian Wiyanto melaporkan kejadian itu pada Kades Ngrombot, Ponco, lalu Kades meneruskannya kepada Polsek Patianrowo.

Kemudian petugas Polsek Patianrowo datang ke TKP bersama VER luar RSUD Kertosono, Kaspk dan tim Inafis Satreskrim Polres Nganjuk guna proses identifikasi lebih lanjut.

“Kami telah mengamankan semua barang bukti korban yang ada di TKP dan dari hasil pemeriksaan tidak kami temukan adanya tanda- tanda penganiayaan,” terang Rony Yunimantara pada awak media.

(may)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *