Hasil Rapat Lintas Instansi, Nganjuk Berlakukan Jam Malam Secara Ketat

  • Whatsapp

ifakta.co, Nganjuk – Berbagai upaya dan strategi dilakukan pemerintah Kabupaten Nganjuk guna mengatasi penyebaran Covid -19 di wilayah Nganjuk dengan melakukan rapat koordinasi bersama seluruh Forkopimda Kabupaten Nganjuk pada bertempat di ruang rapat Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk, Senin (30/3).

Rapat itu dihadiri oleh Bupati, Wabup, Sekda, Kodim, Polres, Kadin PMD, Kadin Perindag, Kadin Naker, Ka RSUD Nganjuk, Ka RSUD Kertosono, 20 Camat dan perwakilan AKD.

Beberapa hal yang di bahas dalam rapat koordinasi Penanganan COVID -19 itu yakni : 

1. Pemberlakuan Tracking / pendataan awal pada jalur masuk Nganjuk.

2.Pemberlakuan Jam Malam di wilayah Kabupaten Nganjuk.

3.Pengadaan rumah Karantina.

4.Pelaksanaan Operasi Pasar.

5.Perpanjangan waktu belajar di rumah bagi anak sekolah.

Kelima point tersebut di bahas secara intensive dengan berbagai fihak untuk menyikapi imbas dan dampak dari penyebaran COVID yang begitu cepat di tanah air.

Dalam point pertama Pemkab Nganjuk berencana melakukan Tracking di setiap jalur masuk di terminal, stasiun KA,  dan jalur exit tol.

“Dalam giat Tracking akan di lakukan check point oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub dan Dinkes, intinya setiap pendatang harus di data lengkap identitasnya sesui KTP,” jelas Bupati.

Untuk point kedua, pemberlakuan jam malam, Bupati menghimbau pada para perangkat desa untuk menerapkan jam malam guna mengurangi perkumpulan dan kerumunan anak – anak muda.

“Jam malam ini berlaku di seluruh wilayah Kecamatan se- Kabupaten  Nganjuk dan harus di patuhi,” tandas Mas Novi.

Pembahasan point ketiga yaitu tentang rencana pembukaan rumah Karantina yang sudah di persiapkan beberapa hari lalu yang di tujuannya untuk menampung ODR dengan gejala ringan. Hal ini untuk menjaga agar rumah sakit tak sampai penuh. Rumah karantina tersebut yakni RS Kertosono dan GedungMpu Sindok.

“Langkah cepat ini harus di ambil mengingat jumlah ODR ( Orang Dalam Resiko) kian hari kian menanjak dari 3.010 orang sampai hari ini tanggal 30 Maret 2020 sudah tercatat 5.096 orang, artinya kita beresiko tinggi walaupun sampai saat ini belum ada yang di nyatakan positif,” kata Bupati Novi.

Pada point keempat, Pemda Nganjuk menekankan pada stok pangan agar kebutuhan bahan pokok memadai. Berbagai fihak di minta untuk peduli dan memantau secara terus – menerus harga pangan dengan melakukan Operasi Pasar secara rutin.

Bupati meminta kepada Disperindag, Bulog, Dinas KPP, Dinas Pertanian, Camat dan Kades untuk bersinergi dan bekerjasama menjaga kestabilan harga pangan dan khusus bagi Camat dan Kades di intruksikan untuk segera identifikasi kekuatan / ketersediaan bahan pangan per Desa.

Dan pada point terakhir Mas Novi mengumumkan bagi Lembaga Sekolah di Kabupaten Nganjuk bahwa kegiatan belajar di rumah bagi anak sekolah di perpanjang masanya hingga tanggal 18 April 2020. (may)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.