Cegah Penyebaran Covid-19, 3 Pilar Jatim Gelar Vicon di Mapolres Nganjuk

  • Whatsapp

ifakta.co, Nganjuk – Gubernur Jawa Timur bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya menggelar Vidio Conference (Vicon) dengan para bupati / walikota dan para Dandim se – Jawa Timur terkait perkembangan terbaru penyebaran virus COVID -19 di Jawa Timur bertempat di Ruang Rapat Rupa Tama Polres Nganjuk, Minggu (29/03/20).

Gelar Vicon itu di hadiri oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto, Dandim 0810 Nganjuk Letkol Kav. Joko Wibowo, Wabup Marhein Djumadi beserta seluruh anggota Forkopimda, Kalak BPBD Nganjuk, Ka.Dinkes, Ka.Diskominfo serta Dirut RSUD Nganjuk dan Kertosono.

Melalui sambungan vidio jarak jauh Gubernur Jawa Timur Drs. Hj. Kofifah Indar Parawangsa menyampaikan bahwa pasien yang positif terpapar COVID -19  di Jawa Timur sampai hari itu telah bertambah lagi 11 orang.

“Dari 66 orang yang terpapar kini bertambah  11 orang sehingga menjadi 77 orang yang positif, untuk PDP dari 267 menjadi 307 dan ODP dari 3.055 menjadi 4.568 orang,” kata Gubernur.

Kemudian Vicon di sambung Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Luki Hermawan Msi yang mana para Bupati / Walikota di minta untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat sampai di tingkat bawah.

“Hendaknya para bupati / walikota lebih menggencarkan himbauan agar masyarakat yang ada di perantauan untuk tidak mudik dahulu, hal ini untuk mencegah menyebarnya Virus COVID – 19,” kata Kapolda.

Ia menjelaskan jika ada  yang sudah terlanjur mudik, maka harus secepatnya dilakukan tracking kepada yang bersangkutan sampai di tingkat kecamatan dan desa.

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayor Jendral TNI R.Wisnoe Prasetja Boedi dalam statemennya di Vicon menegaskan ada dua hal yang harus benar – benar di perhatikan.

Dua Himbauan Pangdam V Brawijaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID -19 di Jawa Timur yaitu : 

1. Tingkatkan partisipasi masyarakat dalam mencegah penyebaran virus COVID – 19 / Corona khususnya di Jawa Timur.

2. Semua pihak harus melakukan pemantauan dan pendataan yang serius kepada para pemudik yang sudah terlanjur pulang / mudik lebih awal. Apabila sudah ada yang terpapar maka harus lengsung di lakukan karantina. (may)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *