Dituduh Kumpul Kebo, Oknum PNS ini Angkat Bicara

- Jurnalis

Kamis, 19 Desember 2019 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ifakta.co, Jakarta – Bagaikan makan buah simalakama nasib yang dialami oleh Dewi Ernawati (50), seorang PNS di lingkungan Pemkab Nganjuk, Jawa Timur. Betapa tidak kasus gugatan yang dilayangkan oleh Arif Saifudin (46) warga desa Sidoarjo Kecamatan Tanjung Anom Kabupaten Nganjuk itu berbuntut panjang dan semakin memojokkan dirinya.

Hingga memasuki sidang ketiga yang telah digelar oleh Pengadilan Negeri Nganjuk, hasil mediasi yang dijadwalkan selama 30 hari itu belum menunjukkan titik terang bagi tergugat Dewi agar terlepas dari gugatan Arif.

Pasalnya dari hasil mediasi sidang ketiga penggugat menunjukkan konsep perdamain, seperti yang diucapkan oleh kuasa hukum tergugat Bambang Sukoco, SH kepada awak media pada jumpa pers, Rabu 18 Desember 2019.

“Pada sidang ketiga dari hasil mediasi pihak penggugat menunjukkan konsep perdamaian ke kami, tetapi kami tolak karena konsep yang mereka ajukan itu isinya sama halnya dengan gugatan. Hal itu sangat merugikan klien saya. Ibaratnya maju kena mundur-kena,sehingga sangat mungkin tidak bisa kami penuhi,” tukas Bambang Sukoco.

Bambang menjelaskan awalnya Dewi Ernawati digugat Arif Saifudin dengan pokok materi gugatan adalah terkait kedisiplinan Aparatur Sipil Negara.

Sandi Saputra sebagai kuasa hukum Arif Saifudin menuding Dewi telah melanggar pasal 14 Peraturan Pemerintah (PP) RI No.45 Tahun 1990 tentang perubahan atas (PP) No 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi ASN.

Menurut Sandi dengan tidak bersedianya Dewi untuk dinikahi dan dia lebih memilih status hubungan “kumpul kebo” hingga tiga tahun lamanya. Berarti dia telah melanggar undang-undang yang mengikat profesinya sebagai ASN.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan apa yang di katakan Bambang Sukoco. Ia menjelaskan bahwa apa yang digembar-gemborkan Sandi didepan media terkait status hubungan penggugat dan tergugat adalah kumpul kebo hal itu sangat tidak benar.

“Isu kumpul kebo yang dilontarkan bertubi-tubi oleh pihak penggugat adalah tidak benar. Pada hari ini saya mendampingi tergugat saudara Dewi akan meluruskan soal ini dengan menunjukkan bukti otentik bahwa keduanya telah melakukan pernikahan secara siri dan syah menurut syariat agama Islam. Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa mereka bukan pasangan kumpul kebo,” jelas Bambang seraya menunjukkan selembar surat bertuliskan bukti pernikahan siri kliennya pada wartawan.

Bambang juga berusaha meluruskan anggapan bahwa klienya tidak mau di nikahi secara resmi meski telah mendapat restu dari orang tua kandung Dewi.

“Penggugat berusaha untuk membangun opini publik bahwa kesannya klien saya yang tidak mau dinikahi, padahal yang sebenarnya terjadi penolakan tergugat itu karena ia tak mau dipoligami, sebab diam-diam Arif telah melakukan pernikahan sah dan tercatat di KUA dengan wanita lain. Mereka juga sudah memiliki seorang anak dari hasil pernikahannya itu,” ucap Bambang.

Hal ini senada dengan apa yang di katakan oleh Dewi  Ernawati kepada ifakta.co usai jumpa pers.

“Bagaimanapun saya juga sebagai wanita muslim yang menginginkan sebuah hubungan suami istri yang sah baik menurut pemerintah maupun sah menurut agama Islam. Tetapi kalau untuk dipoligami saya sungguh tidak mampu dan tidak sanggup di samping hati saya yang akan tersakiti saya juga akan menyakiti hati wanita lain,” ungkap Dewi dengan tegar.

Dari kedua hal di atas Dewi melalui PH-nya berharap Hakim Anton Rizal akan mengabulkan permintaannya untuk menolak semua gugatan yang dilayangkan padanya. Iaberharap mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya mengingat semua dalil yang di gunakan penggugat sangatlah tidak mendasar. ( may )


ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Sumur Pertamina Prabumulih Field Semburkan Api, Warga Sebut Bau Busuk dan Bikin Mual
Bupati Indramayu Nina Agustina Lantik 136 Kuwu yang Diperpanjang Masa Jabatannya
Tolak RUU Penyiaran, Puluhan Wartawan Nganjuk Orasi dan Tabur Bunga di Gedung DPRD
Spektakuler! Pengukuhan Pengurus Kosti Nganjuk Periode 2023-2027 Berlangsung Meriah
SPBU 34.432.28 Diduga Kebal Hukum Gegara Jual BBM ke Jerigen
Ramai Peserta, Bale Kreatif Kopi Yunge Sukses Gelar Seminar Bertajuk Pesona Lokal Nganjuk Viral
Imigrasi Lakukan Implementasi Makkah Route Pemberangkatan JCH di 3 Bandara
Pasca Penangkapan Oknum Kades, Kapolres Mojokerto Beri Kunci 3 Pilar Cegah Korupsi Dana Desa

Berita Terkait

Kamis, 30 Mei 2024 - 22:38 WIB

Kuasa Hukum RS, Ajukan Penangguhan Penahanan Usai Kejari Tetapkan Jadi Tersangka

Kamis, 30 Mei 2024 - 22:05 WIB

Tukang Becak di Teluknaga Butuh Perhatian Pemerintah

Kamis, 30 Mei 2024 - 18:35 WIB

Tindak Tegas Peredaran Miras, Dandim Tigaraksa Hadiri Pemusnahan Barang Bukti

Selasa, 28 Mei 2024 - 13:00 WIB

Lettu Inf Sukamto Yomek 203 Pimpin Apel Pagi di Lokasi TMMD 120

Senin, 27 Mei 2024 - 19:59 WIB

Ngeri, Ada Tarian Erotis di Tangerang?

Senin, 27 Mei 2024 - 19:26 WIB

Demo Tolak RUU Penyiaran, Aliansi Wartawan Tangerang Segel Gedung Dewan Kota Tangerang

Senin, 27 Mei 2024 - 17:35 WIB

Non Fisik Satgas TMMD Kodim 0510/Tigaraksa: Membentuk Karakter Siswa Mandiri Dan Sehat

Senin, 27 Mei 2024 - 17:30 WIB

Kebahagian Warga Gintung saat Danrem 052/Wkr kunjungi lokasi TMMD

Berita Terbaru

Regional

Tukang Becak di Teluknaga Butuh Perhatian Pemerintah

Kamis, 30 Mei 2024 - 22:05 WIB

Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Ch Bangun. (Foto: dok.istimewa)

Kolom

Utak-atik Etik

Kamis, 30 Mei 2024 - 14:20 WIB

Eksplorasi konten lain dari ifakta.co

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca