Polisi Tetapkan Pemberi Suap Sebagai Saksi dalam OTT Kades Gondang

- Jurnalis

Selasa, 17 Desember 2019 - 00:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ifakta.co, Nganjuk – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Nganjuk kembali menetapkan satu orang pemberi dana sebagai saksi dalam kasus OTT Kepala Desa Gondang yang terjadi pada Jum’at 13 Desember 2019 siang lalu.

Selain itu polisi juga telah melakukan pemanggilan pada sejumlah saksi, yaitu tujuh orang saksi perangkat Desa Gondang, dua orang saksi dari penambang dan satu orang saksi dari Polres Nganjuk.

“Untuk saat ini, sementara polisi menetapkan si pemberi dana sebagai saksi,” kata Kapolres Nganjuk AKBP Handono Subiakto saat gelar konfrensi pers, pada Senin 16 Desember 2019.

Namun saat ditanya dihadapan wartawan, Kades Gondang Wahyu Nurhadi sempat menyanggah. Ia mengatakan kalau uang yang dia terima dari Mardi Susanto itu adalah uang upah, bukan uang kompensasi.

“Awal bulan maret penambang ke rumah saya minta dicarikan jalan. Saya dijanjikan akan diberi imbalan berupa sepada KLX sebanyak tiga unit,” ujar Wahyu.

Wahyu mengaku memiliki satu tim yang berjumlah tiga orang yang sudah bekerja. Namun kata dia, penambang tidak juga memenuhi janjinya. Makanya ia menagih upah kerjanya.

“Uang tersebut bukan untuk saya pribadi tapi untuk tim pencari jalan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, jika satu unit sepeda KLX diperkirakan seharga 35 juta. Maka jika tiga unit harganya sekitar 100 jutaan. Karena sepeda tidak ia terima, maka uang senilai Rp. 19.700.000 itu di akuinya sebagai upah kerja di luar kewenangannya sebagai Kepala Desa.

Selain itu tersangka Wahyu Nurhadi juga mengaku telah menerima uang selain dari uang yang diamankan petugas.

Ia menjelaskan, pada awal bulan maret dirinya menerima uang lima juta. Kemudian pada saat pemberian uang muka (dp) sewa tanah untuk jalur transportasi Wahyu mengaku menerima dua puluh juta dan terakhir kali untuk biaya pertemuan dan rapat menerima tujuh juta.

“Jadi totalnya ada 32 juta rupiah,” jelas Wahyu.

Sementara itu saat ditemui di kediamannya Kepala Urusan Perencanaan Desa Gondang, Gatot, menjelaskan, ia bersama rekannya yang bernama Taufik tidak tahu menahu sama sekali tentang janji penambang untuk membelikan sepeda KLX seperti yang disampaikan Kades pada Kapolres.

“Saya bersama mas Taufik tidak pernah mendengar penambang akan membelikan kami sepeda. Kami juga tidak tahu menahu kapan dan berapa pak Kades menerima uang dari penambang. Kami berdua hanya ditugaskan untuk mencari tanah sewa untuk akses jalan tambang,” tegas Gatot kepada ifakta.co

Sebelumnya diberitakan, Kades Gondang Wahyu Nurhadi tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) oleh Unit Tipikor Polres Nganjuk di sebuah rumah makan di Nganjuk.

Wahyu tertangkap OTT karena diduga telah melakukan tindakan pemerasan kepada seorang penambang galian C bernama Rahmad Digo sebesar 19,700,000 rupiah.

Jika terbukti bersalah, Wahyu Nurhadi menurut Kapolres terancam di jerat dengan pasal 12 huruf (e) dan pasal 11 UURI no:31 tahun 2001 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara serta denda maksimal 1 milyar upiah. (May)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Penuhi Nazar, Pendukung Prabowo-Gibran di Bali Cukur Rambut
Halo Doc Tri Dharma Beraksi, Obati Luka Infeksi Telapak Kaki Anius Sani
Karen Sukses Raih Juara 1 LX Got Talent 2024
Sambut Kemenangan Satu Putaran Prabowo-Gibran, Arus Bawah Indonesia Banyumas Gelar Ziarah dan Doa Bersama
Gelar Patroli Skala Besar, Polres Nganjuk Antisipasi Gangguan Saat Libur Panjang secara Intensif
Peringati Hari Pers Nasional 2024, PWI Nganjuk Gelar Khotmil Qur’an dan Tasyakuran
Apel Gelar Pasukan Polres Nganjuk dan Kodim 0810/Nganjuk Dalam Rangka Bulan Bakti TNI -Polri Tahun 2024
Plt.Gubernur Lemhannas RI Resmi Kukuhkan Pengurus Senat PPRA 66

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 22:05 WIB

Terus Genjot Kemampuan Kehumasan, Humas Polri Gelar Sertifikasi Tingkat Pama

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:36 WIB

Prabowo Subianto Resmi Dapat Pangkat Jenderal Kehormatan dari Jokowi

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:13 WIB

JMSI Bantu Pendidikan Jarak Jauh SiberMu

Kamis, 22 Februari 2024 - 16:25 WIB

Dinas Perumahan DKI Jakarta Diduga Dukung Oknum Warga Rusun City Garden untuk Langgar Peraturan

Rabu, 21 Februari 2024 - 23:13 WIB

Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak: Program TNI AD Buka Peluang-peluang Baru Sejahterakan Masyarakat

Rabu, 21 Februari 2024 - 13:19 WIB

Didesak Dewan Pers, Presiden Jokowi Akhirnya Teken Perpres Publisher Right

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:37 WIB

AHY Dilantik Jokowi Jadi Menteri ATR/BPN Gantikan Hadi Tjahjanto Hari Ini

Rabu, 21 Februari 2024 - 12:11 WIB

Hadiri Puncak HPN 2024, Jokowi Titipkan Dua Pesan Kepada Insan Pers Indonesia

Berita Terbaru

Eksplorasi konten lain dari ifakta

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca