Sinergitas Polres dan Pemda Nganjuk, Marhaen: “Sinoman Jumat” Wujudkan Kamtibmas yang Kondusif

NGANJUK – Untuk menjaga kondusifitas diwilayah hukumnya, Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta  didampingi oleh para PJU, Kapolsek dan anggota jajaran Polres Nganjuk, melaksanakan Focus Grup Discussion (FGD)bertempat di Ponpes Mufta Di’in Krempyang Warujayeng Tanjung Anom, Nganjuk, pada 5 Agustus 2019 pagi.

Kegiatan ini di hadiri oleh Forkopimda, Ketua DPRD Nganjuk, Dandim 0810 yang di wakili oleh Danramil 0810/10 Tanjung Anom Kapten Inf Kustono P, Takmir Masjid, Da’i Kamtibmas sekabupaten Nganjuk, para tokoh ulama masyarakat dan santri Ponpes Miftakhul Muf tadi’in Krempyang pimpinan KH. Muh Ridwan.

Dalam sambutannya AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta meyampaikan pentingnya situasi kamtibmas yang aman sejuk dan damai diwilayah Nganjuk.

“Hal ini mustahil bisa terwujud tanpa adanya kerjasama dan partisipasi serta  kepedulian dari seluruh element masyarakat yang ada di wilayah kabupaten Nganjuk,” ujar Dewa.

Menurutnya, dengan “Sinoman Jumat” ini maka sasaran program pembentukan karakter ini akan lebih efisien. Karena mengingat jumlah warga muslim di Nganjuk dan jumlah Masjid di Nganjuk itulah yang mendasari tercetusnya ide untuk membentuk program sinoman jumat tersebut.

Lebih jauh Dewa memaparkan, dengan sosialisasi yang disampaikan pada waktu sholat jumat, yang dalam patokannya yang hadir minimal 50 orang dikali jumlah masjid yang ada di kab Nganjuk, maka strategi pemolisian masyarakat untuk bisa menjaga lingkungannya sendiri- sendiri akan tercipta situasi yang kondusif diseluruh wilayah kabupaten Nganjuk seperti yang di harapkan oleh Kapolres Nganjuk

“Dengan progam ini akan memberikan informasi tentang perkembangan  situasi di masyarakat yang akan dapat merubah karakter masyarakat untuk taat dan patuh terhadap hukum dan undang-Undang yang berlaku,”ujar Dewa.

Sementara itu Wakil Bupati Nganjuk Marhaen Djunaedi mengapresiasi langkah dan ide- ide cemerlang dari Kapolres Nganjuk bersama PJU Nganjuk dalam menciptakan keamanan.

“AKBP Dewa bukan orang muslim tapi beliau lebih muslim. Beliau bukan orang Nganjuk tetapi sangat cinta Nganjuk. Melalui program-programnya yang sangat cemerlang Pak Dewa mampu menciptakan keamanan masyarakat tanpa menggunakan daya otoritasnya, tetapi melalui pendekatan pada masyarakat yang sangat halus tapi mengena contohnya ‘Sinoman Jumat’, ” ujar Marhaen

Wabup menegaskan, jika ingin mempercepat pembangunan infrastruktur, maka hal yang paling penting adalah stabilitas keamanan, karakter anak bangsa yang baik dan perlunya pendidikan baik formal maupun non formal. (May/HD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here