TANGERANG, ifakta.co – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang memfokuskan program Youth Climate Action Fund (YCAF) 2026 pada pengembangan gagasan inovatif pemuda untuk menjawab persoalan lingkungan. Sebanyak 12 kelompok pemuda ditetapkan sebagai penerima hibah microgrant setelah melalui proses seleksi dari 40 proposal yang masuk.

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara bertahap oleh dewan juri. Dari 40 proposal awal, sebanyak 18 proposal disaring untuk mengikuti tahapan berikutnya hingga ditetapkan 12 kelompok sebagai penerima hibah.

“Proposal awal ada 40, kemudian oleh dewan juri diseleksi menjadi 18, sampai akhirnya ditetapkan 12 pemenang,” jelas Erwin saat penyerahan piagam penghargaan kepada penerima hibah YCAF Kabupaten Tangerang 2026, Selasa (27/10/2026).

Iklan

Erwin mengatakan, Bappeda akan segera melaporkan hasil seleksi kepada Bloomberg Philanthropies guna mempercepat proses penyaluran dana hibah. Selain itu, Bappeda juga akan melakukan kunjungan langsung kepada 12 kelompok terpilih untuk mempersiapkan kelengkapan persyaratan administratif dan teknis.

Bappeda menargetkan dana hibah dapat disalurkan kepada masing-masing penerima pada pertengahan November 2026. Dengan demikian, kelompok pemuda yang telah dinyatakan lolos dapat segera merealisasikan gagasan yang diajukan dalam proposal.

“Kami berharap pada pertengahan November dana sudah cair kepada masing-masing pemenang, sehingga mereka bisa langsung mengimplementasikan gagasan yang telah dipresentasikan dan dinyatakan lolos seleksi,” ungkapnya.

Menurut Erwin, proposal yang terpilih berangkat dari berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat Kabupaten Tangerang. Gagasan tersebut antara lain pengolahan eco enzyme, pengembangan alat pemantau kualitas udara, serta pembuatan lubang biopori untuk membantu pengendalian banjir.

“Intinya, 12 proposal ini semuanya berkaitan dengan persoalan lingkungan hidup,” katanya kepada ifakta.co

Dalam proses penilaian, Bappeda melibatkan unsur perguruan tinggi, yakni Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), bersama perwakilan Bappeda serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang. Bloomberg Philanthropies turut terlibat dalam proses kurasi secara daring.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mendukung penilaian proposal secara objektif sekaligus memastikan gagasan yang dipilih relevan dengan persoalan lingkungan dan memiliki potensi memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bappeda Dorong Gagasan Pemuda Menjadi Aksi Nyata

Program YCAF 2026 menjadi salah satu upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan berwawasan lingkungan. Melalui dukungan hibah, kelompok pemuda diharapkan tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga mampu melaksanakan program secara terukur dan berkelanjutan.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan iklim dan kerusakan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Menurutnya, persoalan sampah, pencemaran air, berkurangnya ruang terbuka hijau, hingga risiko bencana akibat perubahan iklim memerlukan langkah konkret, kolaboratif, dan berkesinambungan.

Ia meminta para penerima hibah menjalankan program dengan penuh tanggung jawab, mengelola dukungan pendanaan secara transparan, serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Jadikan kesempatan ini sebagai amanah dan motivasi untuk mewujudkan gagasan menjadi aksi nyata. Laksanakan program dengan penuh tanggung jawab, kelola dukungan yang diberikan secara transparan dan tepat sasaran, serta pastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan sekitar,” tegas Maesyal.

Rangkaian kegiatan penyerahan piagam tersebut juga diisi dengan penyiraman eco enzyme ke danau dan penanaman bambu di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Melalui program ini, Bappeda Kabupaten Tangerang diharapkan dapat memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah, sekaligus mendorong lahirnya solusi lingkungan yang aplikatif, partisipatif, dan berkelanjutan di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.

Dengan target penyaluran dana pada pertengahan November, tahap berikutnya menjadi momentum penting bagi Bappeda untuk mengawal kesiapan administrasi, pelaksanaan program, serta realisasi gagasan dari 12 kelompok penerima hibah agar dukungan yang diberikan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

(sib/lex)

Iklan