BLORA, ifakta.co – Seekor babi hutan atau celeng dengan bobot sekitar 90 kilogram menggegerkan warga Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Hewan liar tersebut tiba-tiba masuk ke Masjid Agung An Nur pada Rabu (21/10) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kiswanto (44), salah seorang warga, mengaku mendengar suara benturan keras dari arah sekitar rumahnya. Awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari anaknya. Namun, setelah keluar rumah, seorang tetangga memberi tahu bahwa seekor celeng telah masuk ke dalam masjid.
“Saya sedang di rumah tiba-tiba mendengar suara ‘jedor’. Saya keluar, saya kira anak saya. Terus ada tetangga bilang bahwa ada celeng masuk masjid,” kata Kiswanto, Kamis (22/10).
Iklan
Kiswanto kemudian mendatangi masjid untuk memastikan kejadian tersebut. Setibanya di lokasi, ia melihat babi hutan itu berada di mimbar imam. Sementara itu, sejumlah warga memilih menyaksikan dari luar pagar karena khawatir menghadapi hewan liar berukuran besar tersebut.
Melihat kondisi itu, Kiswanto meminta bantuan seseorang yang memiliki senapan. Warga menilai penangkapan secara langsung terlalu berisiko mengingat ukuran celeng yang mencapai sekitar 90 kilogram.
“Masalahnya ukuran babinya kan besar, ya babi 90-an kilogram. Jadi kalau ditangkap secara manual kan tidak mumpuni. Jadi berinisiatif untuk pakai senapan,” ujarnya.
Babi hutan tersebut kemudian ditembak satu kali pada bagian kepala dari jarak sekitar 20 meter. Setelah terkena tembakan, hewan itu langsung ambruk dan mati.
“Setelah ditembak babinya langsung mati. Akhirnya dibawa teman-teman ke luar,” imbuhnya.
Usai kejadian, warga membawa bangkai babi hutan tersebut keluar dari masjid. Dagingnya kemudian dipotong dan dibagikan kepada warga dalam kondisi mentah untuk diolah masing-masing.
“Daging dibagi-bagikan ke warga. Dibagikan mentah, dimasak sendiri-sendiri. Yang menembak dikasih daging mentah. Intine (intinya) dibuat pesta lah,” jelasnya.
(may/may)




