TANGERANG, ifakta.co – Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gunung Kaler, H. Subhan, mengapresiasi kekompakan dan antusiasme masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) pembahasan rencana pembangunan tahun 2027 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU-RKPDes) di Kantor Desa Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, Kamis (22/10/2026).
Menurut H. Subhan, tingginya partisipasi masyarakat dalam forum tersebut menunjukkan kepedulian terhadap pembangunan desa. Ia menilai, kehadiran tokoh agama, tokoh masyarakat, Ketua RT dan RW, serta unsur masyarakat lainnya merupakan modal penting dalam menyusun program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Kepala Desa Gunung Kaler, Cecep, AS, yang telah memfasilitasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan desa.
Iklan
Dalam sambutannya, H. Subhan menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh hanya menjadi forum penyampaian usulan dari kepala desa. Aspirasi masyarakat melalui RT dan RW juga harus menjadi perhatian agar program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan di lingkungan masing-masing.
“Usulan pembangunan bukan hanya berasal dari kepala desa, tetapi juga harus menampung aspirasi masyarakat melalui RT dan RW. Dengan begitu, kebutuhan warga bisa dibahas bersama dan diperjuangkan sesuai dengan skala prioritas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, usulan yang telah dihimpun selanjutnya dibahas bersama pemerintah desa dan unsur terkait, kemudian dituangkan dalam berita acara sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan sebelum dibawa ke Musrenbang tingkat kecamatan.
H. Subhan juga menyoroti kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum ibu, serta jajaran RT dan RW menunjukkan semangat kebersamaan yang perlu terus dipertahankan.
Ia turut mengapresiasi kehadiran tokoh agama dan masyarakat, di antaranya Kiai Sofi dan Kiai Rawisa, yang ikut memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, H. Subhan menegaskan bahwa apresiasi terhadap masyarakat tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Penghargaan juga dapat diberikan melalui pengakuan terhadap kepedulian dan partisipasi warga dalam membangun wilayahnya.
“Apresiasi itu bukan hanya sekadar materi. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat memiliki antusiasme dan kepedulian untuk bersama-sama membangun wilayahnya,” ungkapnya.
Ia berharap kekompakan Pemerintah Desa Gunung Kaler dan masyarakat dapat terus terjaga sehingga usulan pembangunan yang disampaikan melalui Musrenbang dapat diperjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, seluruh aspirasi yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan tahun 2027.
Melalui Musrenbang tersebut, diharapkan perencanaan pembangunan Desa Gunung Kaler dapat berjalan lebih partisipatif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(sib/lex)



