SEMARANG, ifakta.co – Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendorong mahasiswa memperluas kontribusi sosial melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Kampus tersebut memberangkatkan lima tim mahasiswa untuk mengikuti kegiatan nasional yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Keikutsertaan ini menjadi langkah UNNES untuk memperkuat peran organisasi kemahasiswaan dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Selain mengembangkan kemampuan akademik, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan secara langsung melalui program pemberdayaan masyarakat.
Kelima tim peserta mewakili Fakultas Hukum (FH), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), serta Fakultas Teknik (FT). Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut membuka peluang bagi mahasiswa untuk menghadirkan gagasan yang sesuai dengan persoalan dan potensi masyarakat.
Iklan
Melalui program ini, UNNES berharap mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan berorganisasi. Lebih dari itu, mereka perlu membangun kepedulian sosial, mengasah keterampilan komunikasi, serta meningkatkan kemampuan menyusun dan menjalankan program kerja secara terarah.
Wakil Rektor I UNNES, Prof. Dr. Zaenuri, M.Si., Akt., menjelaskan bahwa peserta PPK Ormawa akan menjalankan kegiatan langsung di desa selama empat bulan. Selama periode tersebut, mahasiswa perlu membangun hubungan dengan masyarakat sekaligus melaksanakan program pemberdayaan secara konsisten.
“Selama kegiatan PPK Ormawa, mahasiswa berada di desa tempat kegiatan selama empat bulan,” ungkap Zaenuri.
Pengalaman tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat secara lebih dekat. Dengan demikian, mereka dapat menyusun kegiatan berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar mengandalkan asumsi atau pendekatan teoritis.
PPK Ormawa Buka Peluang Rekognisi hingga 20 SKS
Selain memberikan pengalaman pengabdian, PPK Ormawa juga menawarkan manfaat bagi proses pembelajaran mahasiswa. Zaenuri menyampaikan bahwa keterlibatan dalam program ini dapat memperoleh rekognisi hingga 20 satuan kredit semester (SKS).
Melalui skema tersebut, mahasiswa berpeluang menghubungkan kegiatan lapangan dengan capaian pembelajaran di perguruan tinggi. Namun, proses rekognisi tetap perlu mengacu pada ketentuan akademik dan capaian pembelajaran yang berlaku.
Kesempatan ini juga mendorong mahasiswa mengembangkan kompetensi melalui pengalaman nyata. Mereka dapat belajar mengenali persoalan sosial, merancang solusi, membangun kerja sama, serta mengevaluasi hasil kegiatan bersama masyarakat.
Sementara itu, Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menyampaikan dukungan kepada seluruh peserta yang akan menjalankan program tersebut. Ia mengingatkan mahasiswa agar tetap menjaga keseimbangan antara kegiatan pemberdayaan masyarakat dan tanggung jawab akademik.
Menurut Martono, mahasiswa perlu memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan berpikir kritis atau critical thinking. Kemampuan tersebut penting agar mereka mampu menganalisis persoalan, mempertimbangkan berbagai alternatif, dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi di lapangan.
Ia juga mendorong para peserta untuk menunjukkan kesungguhan selama mengikuti program. Dengan persiapan yang matang dan komitmen yang kuat, mahasiswa dapat memaksimalkan pengalaman sekaligus memberikan hasil terbaik bagi masyarakat.
“Asal saudara memberikan yang terbaik, kami yakin, hasilnya juga akan yang terbaik,” pesan Martono kepada seluruh perwakilan PPK Ormawa 2026.
Keikutsertaan lima tim ini sekaligus menjadi kesempatan bagi UNNES untuk memperluas dampak kegiatan kemahasiswaan. Melalui kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa dapat mengembangkan gagasan inovatif yang sesuai dengan potensi desa dan kebutuhan warga.
(naf/lex)







