SEMARANG, ifakta.co – Universitas Negeri Semarang (UNNES) mengalokasikan Rp3,38 miliar untuk membantu biaya pendidikan 530 mahasiswa melalui program beasiswa Dewan Penyantun Pendidikan (DPP) pada 2026. Program ini menjadi salah satu upaya kampus memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Penyerahan beasiswa tersebut berlangsung bersamaan dengan kuliah umum Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Auditorium UNNES, Kota Semarang. Dalam kesempatan itu, Airlangga mengajak mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi perubahan ekonomi global, terutama melalui penguasaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menjelaskan bahwa nilai beasiswa DPP tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, program tersebut menyalurkan bantuan sebesar Rp2,8 miliar. Sementara itu, pada 2026, total anggaran mencapai Rp3,38 miliar untuk 530 penerima dari kategori satu dan kategori dua.
Iklan
“Untuk tahun ini jumlahnya ada Rp3,38 miliar untuk 530 mahasiswa dari kategori satu dan kategori dua. Tahun lalu ada Rp2,8 miliar, jadi selalu naik dari tahun ke tahun. Harapannya, semua mahasiswa yang kurang mampu itu ter-cover dengan beasiswa ini,” jelas Martono.
Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut menunjukkan upaya kampus memperluas dukungan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan biaya kuliah. Karena itu, UNNES berharap semakin banyak mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi.
Martono juga mengapresiasi peran Airlangga dalam mendorong pembentukan DPP UNNES. Ia menyebut program tersebut telah membantu lebih dari 1.300 mahasiswa sejak awal pelaksanaannya.
“Berkat arahan dan inisiatif awal dari Pak Menko yang kemudian ditindaklanjuti oleh Ketua DPP UNNES, Bapak Dr. Gunawan Tjokro beserta para pengusaha dan mitra perbankan yang peduli pendidikan, dewan penyantun ini terwujud dan menjadi satu-satunya di Indonesia,” ungkapnya.
Beasiswa Ringankan UKT, Mahasiswa Perlu Siapkan Kompetensi Digital
Program DPP UNNES memberikan dukungan berdasarkan kategori penerima. Mahasiswa kategori satu yang membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp500.000 per semester memperoleh pembiayaan penuh hingga semester delapan.
Sebagian besar penerima kategori tersebut sebelumnya telah mendaftar program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun, mereka belum berhasil memperoleh bantuan karena keterbatasan kuota dari kementerian.
Melalui beasiswa DPP, UNNES berupaya membantu mahasiswa tersebut agar tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tinggi. Dengan demikian, keterbatasan ekonomi tidak serta-merta menghalangi mahasiswa mencapai target akademik mereka.
Selain memberikan dukungan pembiayaan, kegiatan tersebut juga menyoroti kebutuhan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perubahan dunia kerja. Airlangga menegaskan bahwa kemampuan memahami teknologi digital kini penting bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Menurutnya, literasi digital bukan lagi kebutuhan eksklusif mahasiswa teknik atau informatika. Mahasiswa ekonomi, bahasa, dan bidang ilmu lainnya juga perlu memahami perkembangan teknologi yang membentuk pola produksi, bisnis, dan aktivitas ekonomi modern.
Airlangga menyoroti sejumlah teknologi yang berperan dalam perubahan tersebut, mulai dari ekosistem semikonduktor hingga machine learning dan Internet of Things (IoT). Penguasaan dasar teknologi itu dapat membantu mahasiswa memahami perkembangan industri sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan tenaga kerja masa depan.
“Revolusi AI ini bukan untuk dijauhkan atau dihindari, tetapi untuk dimanfaatkan dan dipersiapkan. Seluruh jurusan apa pun, mau ekonomi, bahasa, teknik, ke depan harus menguasai bahasa-bahasa digital ini,” tegasnya di hadapan ratusan mahasiswa.
Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal. Menurutnya, perubahan teknologi dan ekonomi berlangsung terus-menerus sehingga setiap orang perlu memperbarui pengetahuan serta keterampilannya.
Airlangga mengaitkan pesan tersebut dengan persiapan menyambut Indonesia Emas 2045. Ia menilai kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan nasional.
“Pembelajaran di universitas itu adalah belajar agar kita disiplin untuk life-long learning. Sesudah mendapat ijazah itu bukan berarti berhenti, karena dunia terus berubah, maka salah satu kunci untuk bisa beradaptasi adalah dengan terus belajar,” pungkasnya.
Melalui program beasiswa dan penguatan literasi digital, UNNES mendorong mahasiswa agar memiliki kesempatan belajar yang lebih luas sekaligus kesiapan menghadapi perubahan zaman. Dukungan biaya pendidikan membantu mahasiswa mempertahankan akses kuliah, sedangkan penguasaan teknologi dan kebiasaan belajar sepanjang hayat dapat memperkuat bekal mereka memasuki dunia kerja.
(naf/sib)







