JAKARTA, ifakta.co – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (16/10) pagi. Ia tiba setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah tersebut.
Dalam operasi yang berlangsung di Klaten dan Jakarta pada Kamis (15/10), KPK menangkap sekitar 19 orang. Dari jumlah tersebut, sembilan orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, termasuk Hamenang dan Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan bahwa kedua pejabat tersebut termasuk pihak yang dibawa ke Gedung KPK.
Iklan
“Dari sembilan orang yang dibawa ke Jakarta tersebut, di antaranya adalah Bupati Klaten dan juga Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah,” ujar Budi Prasetyo di Gedung KPK.
Selain membawa sejumlah pihak untuk diperiksa, penyidik KPK turut mengangkut sebuah tong berwarna biru yang diduga berkaitan dengan penyimpanan uang dalam perkara tersebut.
Budi mengatakan penyidik juga menyita uang dengan total nilai Rp1,9 miliar. Namun, dugaan fungsi tong biru tersebut masih menjadi bagian dari proses penyidikan.
“Bahwa ember atau tong tersebut diduga yang digunakan Bupati untuk menampung atau untuk menyimpan dugaan penerimaan-penerimaan uang,” katanya.
Sebelumnya, KPK mengungkapkan bahwa OTT terhadap Hamenang diduga berkaitan dengan praktik suap. Salah satu aspek yang turut menjadi perhatian penyidik adalah persoalan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Operasi tersebut berlangsung di Klaten dan Jakarta pada Kamis (15/10). Pihak yang terjaring terdiri atas bupati, aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Klaten, pihak swasta, serta pihak dari BPK setempat.
KPK kini mendalami dugaan tindak pidana yang melatarbelakangi operasi tersebut. Pemeriksaan terhadap para pihak yang dibawa ke Jakarta diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap rangkaian peristiwa, dugaan penerimaan uang, serta keterkaitan masing-masing pihak dalam perkara ini.
(mam/wal)






