TANGERANG, ifakta.co – Sosok Kepala Desa Kutruk, Kecamatan Jambe, Madholidin, mendapat apresiasi dari sejumlah elemen masyarakat. Kepemimpinannya dinilai mampu menghadirkan berbagai perubahan positif yang semakin dirasakan masyarakat dari tahun ke tahun.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Umum DPP Lembaga Studi Ilmu Hukum Indonesia Bersatu (Lesim), Mursalin, bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat. Mereka menilai perkembangan Desa Kutruk sepanjang 2020–2026 menunjukkan keseriusan pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan publik sekaligus mendorong pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Desa Kutruk merupakan salah satu desa di Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten. Wilayah ini memiliki posisi cukup strategis karena menjadi salah satu persimpangan jalur masyarakat menuju sejumlah wilayah, mulai dari arah Jasinga, Bogor, Ranciyuh hingga Tigaraksa.

Iklan

Letak tersebut membuat Desa Kutruk bukan sekadar kawasan permukiman, tetapi juga menjadi salah satu jalur yang cukup penting bagi mobilitas masyarakat. Di tengah perkembangan wilayah tersebut, roda pemerintahan Kecamatan Jambe di bawah kepemimpinan Camat Tatang Suryana juga dinilai terus menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Sinergi antara pemerintahan kecamatan dan pemerintahan desa menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan wilayah. Kondisi tersebut turut memberikan ruang bagi pemerintah desa untuk lebih optimal dalam meningkatkan pelayanan dan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Mursalin mengatakan, perubahan yang terlihat di Desa Kutruk menjadi gambaran bahwa kepemimpinan di tingkat desa tidak hanya dituntut menjalankan rutinitas pemerintahan, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Lesim melihat adanya peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun. Komitmen Pemerintah Desa Kutruk di bawah kepemimpinan Madholidin patut diapresiasi karena pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat terus menjadi perhatian,” ujar Mursalin kepada ifakta.co, Sabtu 5 September 2026 kemarin di Tigaraksa

Menurutnya, konsistensi pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan menjadi hal penting. Keberhasilan sebuah desa tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas pelayanan, keterbukaan pemerintahan, serta sejauh mana masyarakat ikut terlibat dalam mengawal pembangunan.

Sementara itu, Kepala Desa Kutruk, Madholidin, menanggapi apresiasi tersebut dengan sederhana. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan pemerintah desa merupakan bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Kami hanya menjalankan amanah. Pemerintahan desa ini adalah titipan yang harus kami kelola dengan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan dan kenyamanan warga Kutruk,” ujar Madholidin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani, insan media, serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang selama ini turut menjadi mitra dalam mengawal sekaligus memberikan masukan terhadap pembangunan di Desa Kutruk.

“Pembangunan di desa kami semakin terbantu berkat sinergi dengan rekan-rekan media dan LSM yang menyampaikan berbagai informasi serta masukan konstruktif. Bagi kami, kritik dan masukan merupakan bagian penting untuk melakukan perbaikan,” tambahnya.

Kinerja dan perubahan yang terus terlihat tersebut membuat sosok Madholidin semakin mendapat perhatian masyarakat. Bagi warga, kepemimpinan kepala desa bukan hanya mengenai jabatan, tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu meninggalkan jejak perubahan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung.

Dengan posisi Desa Kutruk yang strategis serta perkembangan Kecamatan Jambe yang terus bergerak di bawah kepemimpinan Camat Tatang Suryana, masyarakat berharap sinergi antara kecamatan dan desa dapat semakin diperkuat. Pembangunan pun diharapkan tidak berhenti pada capaian yang sudah ada, tetapi terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Apresiasi dari tokoh agama, tokoh masyarakat, serta elemen kontrol sosial tersebut menjadi dorongan bagi Pemerintah Desa Kutruk untuk terus menjaga konsistensi dalam membangun desa yang transparan, mandiri, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

(sib/lex)

Iklan