JAKARTA, ifakta.co – Surat lamaran kerja masih menjadi salah satu dokumen penting dalam proses mencari pekerjaan. Melalui surat ini, pelamar dapat memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan alasan ketertarikannya untuk bergabung dengan sebuah perusahaan atau instansi.
Namun, masih banyak pencari kerja yang menganggap surat lamaran hanya sebagai formalitas. Padahal, cara membuat surat lamaran kerja yang baik dapat membantu pelamar memberikan kesan pertama yang lebih profesional kepada pihak perusahaan.
Surat lamaran kerja juga menjadi ruang bagi pelamar untuk menjelaskan secara singkat kemampuan, pengalaman, dan kualifikasi yang relevan dengan posisi yang dituju. Karena itu, isi surat perlu dibuat jelas, ringkas, dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Iklan
Lalu, bagaimana cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar?
Pengertian surat lamaran kerja
Surat lamaran kerja merupakan surat resmi yang dibuat seseorang untuk mengajukan permohonan kerja kepada perusahaan, lembaga, atau instansi tertentu.
Melalui surat tersebut, pelamar menyampaikan identitas serta maksud untuk mengikuti proses seleksi pada posisi yang tersedia.
Selain itu, surat lamaran kerja dapat menjadi pelengkap dokumen lain, seperti daftar riwayat hidup atau CV, ijazah, sertifikat, dan dokumen pendukung lainnya.
Surat ini sebaiknya tidak hanya berisi permohonan untuk bekerja. Pelamar juga perlu menunjukkan bahwa dirinya memahami posisi yang dilamar dan memiliki kemampuan yang sesuai.
Oleh karena itu, pelamar perlu menyesuaikan isi surat dengan lowongan pekerjaan yang tersedia.
Struktur surat lamaran kerja yang baik
Agar terlihat profesional, surat lamaran kerja perlu memiliki susunan yang jelas. Struktur yang rapi juga membantu pihak perusahaan memahami informasi penting dari pelamar.
Berikut beberapa bagian utama dalam surat lamaran kerja.
1. Tempat dan tanggal pembuatan surat
Bagian pertama berisi tempat dan tanggal ketika surat dibuat.
Contohnya:
Jakarta, 13 Agustus 2026
Penulisan tanggal perlu dibuat dengan jelas dan menggunakan format yang sesuai.
2. Tujuan surat
Setelah itu, pelamar mencantumkan pihak yang dituju.
Jika nama perekrut diketahui, pelamar dapat mencantumkan nama dan jabatannya. Namun, jika tidak diketahui, cukup tuliskan bagian yang menangani proses rekrutmen.
Contohnya:
Yth. HRD PT Maju Bersama
di Tempat
Pastikan nama perusahaan ditulis dengan benar. Kesalahan sederhana pada nama perusahaan dapat memberikan kesan bahwa pelamar kurang teliti.
3. Salam pembuka
Pelamar dapat menggunakan salam pembuka yang sopan dan formal.
Contohnya:
Dengan hormat,
Setelah itu, pelamar dapat mulai menjelaskan maksud penulisan surat.
4. Paragraf pembuka
Pada bagian ini, pelamar menjelaskan dari mana informasi lowongan pekerjaan diperoleh dan posisi yang ingin dilamar.
Contohnya:
Berdasarkan informasi lowongan pekerjaan yang saya peroleh, perusahaan Bapak/Ibu saat ini membuka kesempatan untuk posisi Staf Administrasi. Sehubungan dengan hal tersebut, saya bermaksud mengajukan lamaran untuk posisi tersebut.
Paragraf pembuka sebaiknya langsung menyampaikan tujuan utama. Hindari penggunaan kalimat yang terlalu panjang dan bertele-tele.
5. Identitas dan kualifikasi pelamar
Bagian selanjutnya berisi informasi singkat mengenai latar belakang pelamar.
Pelamar dapat menjelaskan pendidikan, pengalaman kerja, atau kemampuan yang relevan dengan posisi yang dituju.
Namun, tidak semua isi CV perlu ditulis ulang. Surat lamaran kerja cukup menampilkan informasi yang paling relevan.
Contohnya:
Saya merupakan lulusan S1 Manajemen dan memiliki pengalaman dalam bidang administrasi serta pengelolaan dokumen. Saya juga terbiasa menggunakan aplikasi pengolah data dan bekerja secara teliti dalam menyelesaikan tugas.
Dengan cara ini, perusahaan dapat langsung melihat keterkaitan antara kemampuan pelamar dan posisi yang dibutuhkan.
6. Alasan melamar pekerjaan
Bagian ini dapat digunakan untuk menjelaskan ketertarikan terhadap posisi atau perusahaan.
Pelamar perlu menulis alasan yang realistis dan profesional. Hindari kalimat yang terlalu umum tanpa menjelaskan kaitannya dengan kemampuan yang dimiliki.
Misalnya:
Saya tertarik untuk bergabung dengan perusahaan ini karena ingin mengembangkan kemampuan di bidang administrasi dan memberikan kontribusi sesuai dengan pengalaman serta kompetensi yang saya miliki.
Alasan tersebut dapat disesuaikan dengan bidang pekerjaan yang dilamar.
7. Penutup surat
Pada bagian akhir, pelamar dapat menyampaikan harapan untuk mengikuti proses seleksi lebih lanjut.
Contohnya:
Saya berharap dapat diberikan kesempatan untuk mengikuti tahap seleksi dan wawancara agar dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai kemampuan dan pengalaman yang saya miliki.
Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, saya mengucapkan terima kasih.
Setelah itu, pelamar mencantumkan nama dan tanda tangan.
Kesalahan yang perlu dihindari saat membuat surat lamaran kerja
Selain memahami struktur surat lamaran kerja, pelamar juga perlu menghindari sejumlah kesalahan umum.
Pertama, jangan mengirim surat yang sama untuk seluruh perusahaan tanpa melakukan penyesuaian.
Setiap posisi memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, pelamar sebaiknya menyesuaikan isi surat dengan posisi yang dilamar.
Kedua, hindari kesalahan penulisan nama perusahaan atau jabatan. Pelamar perlu memeriksa kembali surat sebelum mengirimkannya.
Kesalahan kecil dapat mengurangi kesan profesional.
Ketiga, jangan membuat surat terlalu panjang. Surat lamaran kerja idealnya langsung membahas informasi penting.
Pelamar tidak perlu menceritakan seluruh perjalanan hidup atau mengulang seluruh isi CV.
Selain itu, gunakan bahasa yang formal dan mudah dipahami. Hindari singkatan yang tidak resmi serta penggunaan bahasa yang terlalu santai.
Tips agar surat lamaran kerja terlihat profesional
Sebelum mengirim surat lamaran kerja, pelamar sebaiknya melakukan beberapa langkah sederhana.
Pertama, baca kembali informasi lowongan pekerjaan. Perhatikan posisi, kualifikasi, dan kemampuan yang dibutuhkan perusahaan.
Selanjutnya, sesuaikan isi surat dengan informasi tersebut.
Kedua, gunakan kalimat aktif dan langsung pada inti pembahasan. Cara ini membuat surat lebih mudah dibaca.
Ketiga, periksa kembali ejaan, tanda baca, dan nama perusahaan.
Jika surat dikirim melalui email, pelamar juga perlu memperhatikan subjek email dan nama dokumen yang dilampirkan.
Gunakan nama file yang jelas dan profesional, misalnya:
Surat Lamaran Kerja_Nama Pelamar.pdf
Contoh sederhana surat lamaran kerja
Jakarta, 13 Agustus 2026
Yth. HRD PT Maju Bersama
di Tempat
Dengan hormat,
Berdasarkan informasi lowongan pekerjaan yang saya peroleh, PT Maju Bersama sedang membuka kesempatan untuk posisi Staf Administrasi. Oleh karena itu, saya bermaksud mengajukan lamaran untuk bergabung dan mengikuti proses seleksi pada posisi tersebut.
Saya merupakan lulusan S1 Manajemen dan memiliki kemampuan dalam bidang administrasi, pengelolaan dokumen, serta pengolahan data. Saya terbiasa bekerja secara teliti, mampu berkomunikasi dengan baik, dan dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target yang telah ditentukan.
Saya berharap dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti tahap seleksi dan wawancara agar dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai kemampuan serta pengalaman yang saya miliki.
Sebagai bahan pertimbangan, saya melampirkan sejumlah dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan.
Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan, saya mengucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Nama Pelamar
Pada akhirnya, surat lamaran kerja yang baik tidak harus menggunakan bahasa yang rumit. Pelamar justru perlu menyampaikan informasi secara jelas, singkat, dan relevan.
Dengan memahami struktur surat lamaran kerja dan menyesuaikan isinya dengan posisi yang dituju, pelamar dapat membangun kesan yang lebih profesional sejak tahap awal proses rekrutmen.
(yes/her)



