TANGERANG, ifakta.co – Mahasiswa didorong tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang kritis, berintegritas, berkarakter, serta memiliki kesadaran hukum di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat menghadiri kuliah umum sekaligus pelepasan mahasiswa lulusan Tahun Akademik 2025/2026 Tanri Abeng University Kampus Tangerang bersama Politeknik Ismet Iskandar Indonesia, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Intan, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai generasi muda yang nantinya turut menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan karakter, integritas, etika, serta tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi.

Iklan

“Saya ingin seluruh mahasiswa ini menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi etika, bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi, serta mampu memahami bahwa kebebasan berekspresi harus tetap berada dalam koridor hukum dan nilai-nilai moral,” tegas Intan.

Ia menilai perkembangan teknologi informasi telah memberikan banyak kemudahan bagi mahasiswa, mulai dari menunjang proses pembelajaran, komunikasi, pekerjaan hingga membuka peluang kewirausahaan.

Namun, menurutnya, kemajuan teknologi juga membawa tantangan baru yang tidak boleh diabaikan mahasiswa. Ruang digital saat ini dapat menjadi sarana menyampaikan gagasan, tetapi juga berpotensi menjadi tempat penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penyalahgunaan media sosial hingga pelanggaran hukum.

“Di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang tidak ringan, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penyalahgunaan media sosial, hingga berbagai bentuk pelanggaran hukum di ruang digital,” ujarnya.

Intan menegaskan, mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu menempatkan diri sebagai kelompok intelektual yang kritis, tetapi tetap bertanggung jawab. Kebebasan menyampaikan pendapat, kata dia, harus dibarengi pemahaman terhadap etika dan konsekuensi hukum.

“Mahasiswa sebagai generasi muda sekaligus agen perubahan memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Karena itu, mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dan menjadikan ruang digital sebagai sarana untuk menyebarkan informasi serta gagasan yang positif,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kemajuan Kabupaten Tangerang maupun pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjut Intan, terus mendorong lahirnya sumber daya manusia yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berpegang pada nilai moral, integritas dan semangat gotong royong.

Kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan, Intan berpesan agar kelulusan tidak dipandang sebagai akhir perjalanan, melainkan awal untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat.

“Teruslah belajar, berkarya, dan berinovasi. Jadilah lulusan yang mampu bersaing secara global, namun tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta membawa nama baik almamater, keluarga, dan daerah,” pesannya.

Sementara itu, pendiri Politeknik Ismet Iskandar Indonesia, Zaki Iskandar, mengatakan transformasi digital telah mengubah berbagai sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan dan ketenagakerjaan.

Menurut Zaki, mahasiswa perlu dibekali literasi digital yang kuat agar mampu mengikuti perkembangan teknologi tanpa kehilangan etika dan nilai kemanusiaan.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran hukum, etika bermedia sosial serta kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab dalam membentuk mahasiswa sebagai generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

“Generasi muda perlu dipersiapkan untuk menghadapi transformasi digital dengan tetap menjaga etika, nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence juga harus dilakukan secara bijak agar teknologi tidak menghilangkan esensi, kreativitas dan nilai kemanusiaan dalam karya mahasiswa,” ujarnya.

Kuliah umum dengan tema “Membentuk Mahasiswa Berkarakter di Era Digital: Etika, Kebebasan Berekspresi, dan Ketaatan Hukum” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.

Mahasiswa tidak hanya dituntut menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga diharapkan mampu menjadi kelompok intelektual yang memberikan gagasan, mengawal perubahan, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi aturan hukum dan etika.

(sib/lex)

Iklan