JAKARTA, ifakta.co – Cuaca panas ekstrem meningkatkan risiko heat stroke pada anak. Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba dan berkembang menjadi keadaan darurat medis jika tidak segera ditangani.
Sayangnya, masih banyak orang tua yang menganggap heat stroke sama dengan demam akibat infeksi. Akibatnya, penanganan yang diberikan sering kali tidak tepat.
Menurut dr. Siti Rizki Fauziah, Dosen PPDS Kedokteran Keluarga Layanan Primer UMY, langkah utama saat anak mengalami heat stroke adalah menurunkan suhu tubuh secepat mungkin dan segera mencari pertolongan medis.
Iklan
Semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang anak terhindar dari komplikasi serius.
Apa Itu Heat Stroke?
Heat stroke merupakan kondisi ketika suhu tubuh meningkat sangat tinggi akibat paparan panas berlebihan. Tubuh kehilangan kemampuan mengatur suhu secara normal sehingga panas terus menumpuk.
Berbeda dengan demam karena infeksi, heat stroke tidak disebabkan oleh virus atau bakteri. Karena itu, obat penurun panas tidak menjadi solusi utama.
Gejala yang sering muncul antara lain:
- Tubuh terasa sangat panas.
- Berkeringat banyak atau justru tidak berkeringat.
- Anak tampak lemas.
- Mengeluh pusing dan tidak nyaman.
- Bingung atau sulit diajak berkomunikasi.
- Mengantuk berat hingga penurunan kesadaran.
Jika gejala tersebut muncul, orang tua perlu segera bertindak.
Cara Memberikan Pertolongan Pertama
Saat anak mulai terlihat kepanasan atau berkeringat berlebihan, segera pindahkan ke tempat yang lebih sejuk.
Jika tersedia, ajak anak masuk ke ruangan ber-AC atau tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Selanjutnya, biarkan anak beristirahat dan berikan air putih jika kondisinya masih sadar penuh.
Apabila anak mengalami penurunan kesadaran atau suhu tubuh sangat tinggi, lakukan beberapa langkah berikut sambil menuju fasilitas kesehatan.
- Pindahkan anak ke tempat teduh.
- Lepaskan pakaian yang terlalu tebal atau ketat.
- Basahi tubuh menggunakan air biasa atau air sejuk.
- Gunakan kain basah atau spons untuk mengusap seluruh tubuh.
- Nyalakan kipas angin agar proses penguapan membantu menurunkan suhu tubuh.
- Tempelkan kompres pada leher, ketiak, dan selangkangan karena area tersebut memiliki pembuluh darah besar.
Langkah tersebut membantu tubuh melepaskan panas lebih cepat sambil menunggu penanganan medis.
Kesalahan yang Harus Dihindari
1. Memberikan Obat Penurun Panas
Banyak orang tua langsung memberikan parasetamol atau ibuprofen ketika anak mengalami suhu tubuh tinggi.
Padahal, heat stroke bukan demam akibat infeksi. Obat tersebut tidak mampu mengatasi penyebab utama kondisi ini.
Selain itu, saat tubuh mengalami dehidrasi dan organ bekerja lebih keras, penggunaan obat justru dapat menambah beban hati maupun ginjal.
Karena itu, fokus utama tetap pada proses pendinginan tubuh.
2. Memaksa Anak Minum
Memberikan cairan memang penting. Namun, jangan memaksa anak minum jika sudah mengantuk berat, bingung, atau kehilangan kesadaran.
Refleks menelan yang menurun dapat membuat cairan masuk ke saluran pernapasan dan memicu tersedak.
Jika kondisi tersebut terjadi, segera bawa anak ke rumah sakit.
3. Menggunakan Alkohol atau Air Es
Sebagian orang masih menggunakan alkohol atau menempelkan es langsung ke kulit untuk menurunkan suhu tubuh.
Cara ini tidak disarankan karena dapat memicu penyempitan pembuluh darah sehingga pelepasan panas menjadi kurang optimal.
Sebaliknya, gunakan air biasa atau air sejuk untuk membantu proses pendinginan secara bertahap.
Cara Mencegah Heat Stroke pada Anak
Pencegahan menjadi langkah terbaik agar anak tetap sehat saat cuaca panas.
Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
- Pastikan anak minum air putih yang cukup.
- Gunakan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat.
- Hindari aktivitas luar ruangan saat matahari sangat terik.
- Ajak anak beristirahat di tempat yang sejuk.
- Berikan larutan elektrolit jika anak banyak berkeringat sesuai kebutuhan.
Selain itu, orang tua perlu memperhatikan setiap keluhan anak selama beraktivitas di luar ruangan.
FAQ
1. Apa itu heat stroke pada anak?
Heat stroke adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat sangat tinggi akibat paparan panas berlebihan sehingga tubuh tidak mampu mendinginkan diri secara normal.
2. Apa perbedaan heat stroke dan demam biasa?
Demam biasanya terjadi karena infeksi, sedangkan heat stroke muncul akibat panas ekstrem. Oleh sebab itu, penanganannya juga berbeda.
3. Apa pertolongan pertama saat anak mengalami heat stroke?
Segera pindahkan anak ke tempat sejuk, lepaskan pakaian yang tebal, basahi tubuh dengan air biasa atau air sejuk, gunakan kipas angin, lalu segera menuju fasilitas kesehatan.
4. Bolehkah memberikan parasetamol untuk heat stroke?
Tidak dianjurkan. Parasetamol maupun ibuprofen tidak mengatasi heat stroke dan dapat menambah beban organ saat tubuh mengalami dehidrasi.
5. Mengapa anak tidak boleh dipaksa minum saat kesadarannya menurun?
Karena refleks menelan dapat terganggu sehingga cairan berisiko masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan tersedak.
6. Apakah air es aman untuk menurunkan suhu tubuh saat heat stroke?
Tidak. Air es atau alkohol tidak menjadi pilihan utama. Air biasa atau air sejuk lebih aman untuk membantu proses pendinginan tubuh secara bertahap.
7. Kapan anak harus segera dibawa ke rumah sakit?
Segera cari pertolongan medis jika anak mengalami kebingungan, penurunan kesadaran, suhu tubuh sangat tinggi, atau tidak menunjukkan perbaikan setelah mendapatkan pertolongan pertama.
(naf/lex)
