JAKARTA, ifakta.co – Jakarta Pusat baru saja mengalami insiden kebakaran yang mengakibatkan kerusakan hebat. Pada Senin malam, sekitar pukul 20.55 WIB, warga di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, dihebohkan oleh api yang melahap permukiman padat penduduk.
Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 250 rumah, sehingga berdampak langsung pada lebih dari 330 kepala keluarga, dengan total sekitar 620 jiwa yang harus mengungsi akibat peristiwa ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi jumlah rumah yang terpengaruh oleh kebakaran dan menyebutkan bahwa mereka telah memulai distribusi bantuan untuk warga yang terdampak.
Iklan
“Jumlah terdampak, 250 rumah, 330 KK/620 jiwa,” demikian pernyataan resmi BPBD, Selasa (2/6/2026).
Dalam rangka memberikan pertolongan, BPBD telah menyiapkan berbagai bantuan darurat, di antaranya 16 lembar kasur, 10 lembar terpal, dan 500 lembar selimut. Tim pemadam kebakaran setempat berhasil memadamkan api setelah berjuang selama hampir tujuh jam. Operasi pemadaman resmi dimulai pada pukul 21.05 WIB dan berakhir pada pukul 04.15 WIB keesokan harinya.
“Situasi/status kebakaran: pemadaman selesai,” tulis Command Center Damkar Jakarta dalam laporan mereka. Untuk mengatasi kebakaran tersebut, 35 unit pemadam kebakaran dan 175 personel dikerahkan ke lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab serta kronologi awal kebakaran masih belum diketahui. Demikian pula, tidak ada laporan resmi mengenai jumlah korban dalam insiden ini, meskipun upaya untuk menjelaskan situasi secara komprehensif sedang dilakukan oleh pihak berwenang.
Menanggapi situasi darurat ini, pemerintahan setempat menyiapkan titik lokasi pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, mengungkapkan bahwa fasilitas pengungsian telah disiapkan dengan kerjasama berbagai pemangku kepentingan.
“Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas,” jelas Safrizal.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, Dinas Sosial DKI Jakarta telah menyediakan tiga tenda, sementara bantuan logistik juga datang dari PMI dan BPBD yang sudah ada di lokasi.
Saat ini, proses pendataan untuk mengidentifikasi warga yang terdampak sedang berlangsung. Proses ini mencakup dua Rukun Warga (RW), yakni RW 04 yang meliputi lima RT (RT 12, 13, 14, 15, dan 16) serta RW 05 yang mencakup tiga RT (RT 01, 02 dan 03). Pendataan yang dilakukan bertujuan untuk memfasilitasi bantuan yang tepat dan menyeluruh bagi semua yang terkena dampak.
Kebakaran besar ini tentu meninggalkan bekas yang mendalam bagi masyarakat Kemayoran, dan upaya untuk meringankan beban mereka kini menjadi prioritas utama dari pemerintah dan organisasi kemanusiaan.
Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran di permukiman padat populasi, di mana faktor-faktor seperti kondisi bangunan dan aksesibilitas layanan darurat sangat berpengaruh pada penanggulangan kejadian serupa di masa mendatang.
(cin/ca)



