BALI, Ifakta.co – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menantang para pelaku industri pariwisata untuk segera mengadopsi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Langkah strategis ini dinilai ampuh untuk memperkuat daya saing sekaligus mewujudkan masa depan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Menpar saat membuka Eco Tourism Week – Wonderful Indonesia Sustainable Tourism Industry Forum (WI-STIF) 2026 di The Meru, Bali, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Widiyanti, penerapan prinsip ESG kini bukan lagi sekadar tren, melainkan magnet utama untuk menarik investasi global. Investor dan mitra internasional saat ini menuntut komitmen nyata terhadap kelestarian lingkungan, dampak sosial yang positif, serta tata kelola perusahaan yang transparan.

Iklan

“Kami berharap semakin banyak pelaku usaha pariwisata yang bergerak menerapkan prinsip ESG. Mari pandang aspek keberlanjutan ini sebagai investasi strategis jangka panjang,” ujar Menpar Widiyanti.

Langkah Nyata Pemerintah dalam Pariwisata Berkelanjutan

Pemerintah Indonesia terus menggeber berbagai langkah konkret untuk menyulap berbagai destinasi wisata menjadi lebih ramah lingkungan. Beberapa proyek percontohan yang sedang berjalan antara lain:

Labuan Bajo: Pembangunan sistem pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi.

Danau Toba: Revitalisasi kawasan wisata, termasuk penataan Waterfront City Pangururan.

Program Pemulihan Lingkungan: Pelaksanaan kajian mendalam terkait daya dukung (carrying capacity) kawasan wisata agar ekosistem tetap terjaga.

Sinkronisasi dengan Gerakan Indonesia ASRI

Kementerian Pariwisata juga gencar mengampanyekan program prioritas Gerakan Wisata Bersih. Program ini bertujuan memantik kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan sanitasi di area wisata.

Menariknya, inisiatif ini bersinergi langsung dengan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Kolaborasi ini fokus pada penguatan pengelolaan sampah nasional demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi warga lokal maupun pelancong mancanegara.

Dari Konsep Menuju Aksi Nyata di Eco Tourism Week

Menpar Widiyanti berharap forum WI-STIF 2026 tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, melainkan mampu melahirkan inovasi, kemitraan strategis, dan solusi riil untuk mempercepat transformasi pariwisata Indonesia.

Senada dengan Menpar, Co-Founder Eco Tourism Bali, Suzy Hutomo, menegaskan bahwa Ecotourism Week berfokus penuh pada eksekusi di lapangan, bukan lagi sekadar wacana.

“Selama ini kita sering berbicara mengenai ide dan konsep. Melalui forum ini, kami fokus pada solusi dan implementasi nyata. Kami membedah topik krusial mulai dari ESG hingga regenerative tourism melalui keberagaman, operasional berkelanjutan, dan dampak positif bagi komunitas lokal,” kata Suzy.

Tokoh yang Hadir dalam Forum

Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci yang siap mengawal transformasi hijau pariwisata Indonesia, di antaranya:

Rizki Handayani (Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar)

Amnu Fuadly (Asisten Manajemen Usaha Pariwisata Berkelanjutan)

Rahmi Fajar Harini (Co-Founder Eco Tourism Bali)

Ed Brea (General Manager The Meru Sanur)

Tjok Bagus Pemayun (Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan)

(fa/fza)