TEHERAN, Ifakta.co – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melontarkan ancaman mengerikan kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel. Melalui pernyataan resmi pada Rabu, IRGC berjanji akan memperluas jangkauan perang hingga ke luar kawasan Timur Tengah jika kedua negara sekutu tersebut berani mengulangi agresi militer terhadap Teheran.
IRGC menegaskan bahwa pasukannya siap melayangkan pukulan dahsyat dari tempat-tempat yang tidak pernah musuh bayangkan sebelumnya.
IRGC : AS dan Israel Gagal Belajar dari Kekalahan Strategis
Dalam peringatan tertulisnya, IRGC menilai bahwa AS dan Zionis Israel tidak pernah belajar dari rentetan kekalahan strategis mereka di tangan Revolusi Islam. Pasukan elite Iran ini menganggap gertakan terbaru dari Washington dan Tel Aviv hanyalah bentuk keputusasaan.
Iklan
“Meskipun mereka menyerang kami dengan kekuatan penuh dua angkatan bersenjata termahal di dunia, kami belum mengerahkan seluruh kemampuan Revolusi Islam untuk melawan mereka,” tulis IRGC dalam pernyataan resminya.
IRGC juga memperingatkan dampak fatal jika AS-Israel nekat mengusik kedaulatan Iran kembali.
“Jika agresi terhadap Iran diulangi, perang regional yang telah kami janjikan kali ini akan meluas ke luar kawasan. Pukulan telak kami akan membawa kalian pada kehancuran total di tempat-tempat yang tidak dapat kalian bayangkan.”
Untuk mempertegas pesan tersebut, IRGC mengutip Surat At-Taubah ayat 12 dari Al-Qur’an yang memerintahkan untuk memerangi para pemimpin kekufuran yang kerap melanggar janji. Mereka menyatakan akan membuktikan kekuatan ini langsung di medan pertempuran, bukan lewat media sosial.
Donald Trump Tebar Ancaman Militer Baru ke Teheran
Ketegangan ini memuncak setelah Presiden AS, Donald Trump, meningkatkan retorika perang dalam beberapa hari terakhir. Trump mengancam akan meluncurkan serangan udara baru jika jalur diplomasi tidak langsung gagal mencapai kesepakatan perdamaian.
Hingga saat ini, perundingan damai berjalan di tempat. Padahal, Trump telah menghentikan aksi militer bertajuk Operasi Epic Fury sejak enam minggu lalu demi mematuhi gencatan senjata sementara.
“Kami berada di tahap akhir dengan Iran. Entah ada kesepakatan, atau kami akan melakukan beberapa hal yang sedikit kejam. Tetapi, mudah-mudahan itu tidak terjadi,” ujar Trump saat berbicara di US Coast Guard Academy, Rabu waktu setempat.
Trump menambahkan bahwa ia lebih memilih opsi dengan korban jiwa seminimal mungkin. Namun, ia tetap bersikeras tidak akan membiarkan Iran mengembangkan atau memperoleh senjata nuklir baru.
(fa/fza)





