JAKARTA, ifakta.co – Kebakaran yang menewaskan Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, diduga dipicu sisa tiner bekas renovasi rumah.

Peristiwa itu terjadi di kediamannya di Jalan TB Simatupang Nomor 3, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (8/5) pagi.

Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan dugaan sementara sumber api berasal dari material renovasi yang mudah terbakar.

Iklan

“Diduga api berasal dari sisa-sisa tiner bekas renovasi rumah,” kata Asril dalam keterangannya, Jumat.

Menurut Asril, informasi awal kebakaran diperoleh dari pengurus RT setempat yang melihat asap hitam pekat keluar dari lantai tiga rumah korban.

Laporan kebakaran diterima petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 07.53 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak 12 unit mobil pemadam dan 48 personel langsung diterjunkan ke lokasi.

Petugas kemudian memulai proses pemadaman sekitar pukul 08.07 WIB dan berhasil mengendalikan api kurang dari satu jam kemudian.

“Asril menerangkan operasi pemadaman dimulai pada sekitar pukul 08.07 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 08.46 WIB,” demikian keterangan yang disampaikan.

Dalam insiden tersebut, Haerul Saleh dinyatakan meninggal dunia.

“Untuk korban meninggal dunia atas nama Haerul Saleh,” ujar Asril.

Kebakaran Terjadi Saat Renovasi Rumah

Sebelumnya, kabar wafatnya Haerul Saleh juga disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melalui pernyataan resmi di Jakarta.

Berdasarkan informasi yang diterima Amran, kebakaran terjadi saat rumah sedang dalam proses renovasi. Api disebut muncul secara tiba-tiba ketika Haerul mengawasi pekerjaan renovasi di kediamannya.

“Mentan Amran mendengarkan kronologis singkat kejadian kebakaran dari asisten rumah tangga, kejadian begitu cepat tatkala korban sedang mengawasi beberapa orang yang sedang memproses renovasi. Tetiba api membesar dan asap hitam tidak dapat dihindarkan,” demikian isi pernyataan tersebut.

Peristiwa tersebut menambah duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan jajaran pemerintahan. Haerul Saleh diketahui menjabat sebagai Anggota IV BPK RI sejak April 2022 setelah sebelumnya menjadi anggota Komisi XI DPR RI.

(tio/my)