BANYUMAS, ifakta.co – Tim film pendek SMAN 1 Baturraden berhasil meraih juara 1 dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Kabupaten Banyumas 2026 melalui film pendek berjudul “Jangan Takut Gelap”.
Film pendek tersebut mengangkat cerita sederhana tentang hubungan kakak dan adik di dalam keluarga. Meski mengusung tema ringan, karya itu menghadirkan pesan emosional tentang keberanian, dukungan keluarga, dan cara menghadapi rasa takut sejak kecil.
Salah satu anggota tim sekaligus kameramen, Khiar Banyu Pradipta, mengatakan seluruh anggota tim menyusun konsep cerita dan naskah secara bersama-sama selama masa persiapan.
Iklan
“Naskah ini kita bikin bareng-bareng. Persiapannya sekitar tiga minggu,” ujar Banyu, Jumat (8/5).
Angkat Kisah Sederhana yang Sarat Makna
Film pendek “Jangan Takut Gelap” bercerita tentang seorang adik yang merasa takut ketika berada dalam suasana gelap. Namun, sang kakak terus berusaha menenangkan dan meyakinkan bahwa gelap bukan sesuatu yang harus ditakuti.
Dalam cerita tersebut, kakak mengajak adiknya bermain bayang-bayang agar suasana yang awalnya menegangkan berubah menjadi menyenangkan. Perlahan, sang adik mulai berani menghadapi ketakutannya sendiri.
“Ceritanya tentang keharmonisan keluarga. Adeknya takut gelap, lalu kakaknya berusaha meyakinkan kalau gelap itu enggak menakutkan. Kakaknya ngajak main bayang-bayang sampai akhirnya si adik mulai berani,” jelas Banyu.
Menurut tim, mereka sengaja memilih cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar pesan dalam film pendek lebih mudah diterima penonton. Selain itu, tema keluarga dinilai mampu menghadirkan emosi yang kuat meski dibalut cerita sederhana.
Film pendek tersebut juga menyimpan filosofi tentang “kegelapan” dalam kehidupan. Tim ingin menunjukkan bahwa rasa takut, kesedihan, maupun kecemasan dapat dihadapi apabila seseorang memiliki dukungan dari orang-orang terdekat.
“Kegelapan di film pendek ini bukan cuma soal kondisi tanpa cahaya, tapi juga menggambarkan rasa takut yang sering dialami seseorang. Lewat cerita ini, kita ingin nunjukkin kalau rasa takut itu bisa dihadapi pelan-pelan kalau ada yang menemani dan mendukung,” katanya.
Selain itu, permainan bayang-bayang dalam cerita menjadi simbol cara sederhana untuk mengubah rasa takut menjadi keberanian. Karena itu, film pendek “Jangan Takut Gelap” tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga pesan emosional tentang pentingnya kehangatan keluarga.
Proses Syuting Hanya Dua Hari
Sementara itu, editor film pendek, Ervin Hariwahyu Hidayah, mengatakan proses produksi berlangsung dalam waktu singkat. Tim hanya membutuhkan dua hari untuk pengambilan gambar dan tiga hari untuk proses penyuntingan.
“Kita take shooting dua hari, terus ngedit sekitar tiga hari,” kata Ervin.
Meski berhasil meraih juara tingkat kabupaten, tim tidak ingin cepat puas. Saat ini, mereka mulai menyiapkan konsep baru untuk menghadapi kompetisi FLS3N tingkat provinsi.
“Persiapan buat ke tingkat selanjutnya atau provinsi masih kita rancang lagi. Konsep ceritanya tetap sama, tapi nanti kita take ulang dengan hasil yang lebih baik dan lebih spesial,” jelasnya.
Menurut Ervin, tim ingin meningkatkan kualitas pengambilan gambar dan penyajian visual agar film pendek tersebut tampil lebih maksimal di tingkat berikutnya.
Libatkan Sembilan Siswa
Tim film pendek “Jangan Takut Gelap” melibatkan sejumlah siswa dari berbagai kelas di SMAN 1 Baturraden. Tiga siswa menjadi peserta utama lomba, yaitu Najwa Dzulnida Hafista dari kelas X.2, Ervin Hariwahyu Hidayah dari kelas X.7, dan Khiar Banyu Pradipta dari kelas X.7.
Selain itu, tim pendukung terdiri atas Zahra Ruby Santoso X.3, Tiara Putri X.6, Raid Asyraf Aryanta Putra X.7, Naura Sagita Febriani X.9, Zivanna Alika Wardhana XI.9, dan Zhafran Dite Ibrahim XI.5.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi SMAN 1 Baturraden. Kini, tim film pendek sekolah itu mulai mempersiapkan diri untuk mewakili Banyumas pada ajang FLS3N tingkat provinsi.
(naf/fza)




