JAKARTA, Ifakta.co – Industri literasi kembali membicarakan novel fenomenal asal Korea Selatan, Almond. Karya Sohn Won-pyung ini menarik perhatian luas, mulai dari novelis senior hingga produser film papan atas, karena narasinya yang tajam mengenai emosi dan empati manusia.
Sinopsis Singkat
Novel ini mengikuti perjalanan seorang remaja yang mengidap alexithymia, sebuah kondisi yang membuatnya tidak mampu merasakan atau mengekspresikan emosi. Penulis menggambarkan tokoh utama sebagai sosok yang merasa dirinya “monster” hingga akhirnya ia bertemu dengan karakter lain yang memiliki luka serupa.
Perjalanan keduanya dalam membangun hubungan sosial menjadi inti cerita yang mengharukan. Penulis menonjolkan bagaimana interaksi antarmanusia dapat mengubah persepsi seseorang terhadap dunia.
Iklan
Sederet Tokoh Besar Berikan Pujian
Sejumlah pesohor di industri kreatif Korea memberikan testimoni mendalam setelah menamatkan buku setebal lebih dari 200 halaman ini:
- Gong Seonok (Novelis) : Ia menyebut Almond sebagai karya yang memberi harapan. Menurutnya, buku ini membuktikan bahwa hati memiliki kekuatan untuk mengendalikan logika.
- Lee Jaeyong (Sutradara) : Sutradara film My Brilliant Life ini mengaku sangat sedih hingga ingin menangis bahkan setelah menutup buku. Ia menyoroti betapa malangnya manusia jika kehilangan kemampuan berempati.
- Jang Wonseok (Produser) : Produser film Tunnel ini memuji daya pikat cerita yang sangat kuat. Meski terbiasa bekerja dengan durasi film dua jam, ia mampu menamatkan novel ini hingga halaman terakhir tanpa rasa bosan.
Analisis Sastra : Kekuatan Rasa Pedih
Dewan juri sastra, termasuk Kwon Byungsun dan Kim Jieun, sepakat bahwa Almond mewujudkan karya yang bermakna secara sastra. Mereka menilai penulis berhasil menggambarkan secara terperinci bagaimana dua remaja tumbuh dewasa melalui hubungan yang kompleks.
Kritikus penerbit, Nan Giho, menyebut kemunculan novel ini sebagai momentum penting bagi literasi remaja Korea. Ia menegaskan bahwa Almond memiliki kekuatan luar biasa untuk membangkitkan rasa pedih sekaligus empati yang mendalam bagi pembacanya.
Misteri Akhir Cerita
Menariknya, narasi dalam novel ini sengaja membiarkan pembaca menebak akhir ceritanya. Penulis enggan mengungkap apakah kisah ini berakhir bahagia atau sedih agar pembaca dapat menghayati isi cerita secara personal. Ketidakpastian ini justru menambah daya tarik novel yang kini menjadi salah satu best-seller internasional tersebut.
(fa/fza)




