JAKARTA, ifakta.co – Inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat melandai, namun ada satu sektor yang justru mencuri perhatian. Di tengah kondisi harga yang relatif stabil, biaya transportasi—terutama tarif pesawat—menjadi penyumbang terbesar kenaikan inflasi bulan ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,13 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka ini tergolong rendah, tetapi di balik itu terdapat tekanan signifikan dari kelompok transportasi yang mengalami inflasi 0,99 persen dengan andil 0,12 persen terhadap inflasi nasional.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa tarif angkutan udara menjadi faktor paling dominan dengan kontribusi sebesar 0,11 persen. Sementara itu, bensin turut menyumbang 0,02 persen terhadap inflasi April.
Iklan
Kenaikan tarif pesawat erat kaitannya dengan meningkatnya harga avtur. Di sisi lain, penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ikut mendorong kenaikan pada komoditas bensin. Kombinasi keduanya membuat sektor transportasi kembali menjadi penggerak utama inflasi bulanan.
Tak hanya itu, komponen harga yang diatur pemerintah juga memberikan kontribusi terhadap inflasi. Selain tarif angkutan udara dan bensin, komoditas seperti bahan bakar rumah tangga serta sigaret kretek mesin turut menambah tekanan harga pada periode ini.
Meski demikian, kondisi inflasi secara keseluruhan masih tergolong terkendali. Pergerakan harga belum menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, kenaikan pada sektor transportasi tetap menjadi perhatian karena berpotensi berdampak luas terhadap biaya perjalanan, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
Fenomena kenaikan di sektor transportasi ini juga kerap terjadi pada periode dengan mobilitas tinggi. Setelah masa libur panjang dan meningkatnya arus perjalanan, tarif transportasi udara biasanya mengalami penyesuaian lebih cepat dibandingkan komoditas lainnya.
Karena itu, pergerakan harga tiket pesawat dan BBM menjadi indikator penting yang terus dipantau oleh pemerintah dan pelaku pasar. Stabilitas sektor ini dinilai berperan besar dalam menjaga inflasi tetap terkendali ke depan.
Secara keseluruhan, inflasi April 2026 memberikan sinyal bahwa tekanan harga masih dalam batas aman, meskipun sektor transportasi tetap menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan bulanan.




