BANYUMAS, ifakta.co – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus memperluas program pemberdayaan masyarakat dengan menghadirkan pelatihan kewirausahaan berbasis lingkungan.
Kali ini, UMP menggandeng Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk melatih perempuan muda dalam memproduksi pupuk organik cair (POC).
Program ini berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026 di SMA Muhammadiyah Bumiayu. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat yang memperoleh dukungan hibah RisetMu 2026.
Iklan
Melalui program tersebut, UMP mendorong lahirnya wirausaha muda yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Fokus pada Keterampilan dan Kewirausahaan
Ketua tim pelaksana, Dr. Anis Shofiyani, S.P., M.P., menegaskan bahwa program ini tidak hanya mengajarkan teknik produksi. Namun, tim juga membekali peserta dengan kemampuan bisnis secara menyeluruh.
“Kami ingin membekali peserta dengan keterampilan lengkap, mulai dari pembuatan POC, pengelolaan keuangan berbasis akuntansi sederhana, hingga teknik pengemasan dan pemasaran digital. Harapannya, mereka mampu mengembangkan usaha mandiri yang berkelanjutan,” ujarnya (3/5).
Selain itu, tim pelaksana menerapkan metode experiential learning. Dengan pendekatan ini, peserta langsung mempraktikkan proses pembuatan pupuk organik cair.
Karena itu, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga membangun kepercayaan diri untuk memulai usaha.
Di sisi lain, pelatihan ini juga memperkenalkan strategi pemasaran digital. Dengan demikian, peserta dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan nilai jual produk.
Perkuat Kemandirian Ekonomi Perempuan
Ketua PCNA Bumiayu, Eri Yuni Astuti, S.Pd., menyambut positif program tersebut. Ia menilai pelatihan ini memberi manfaat nyata bagi kader perempuan muda di daerahnya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang bisa langsung diterapkan. Harapannya, kader PCNA Bumiayu dapat mengembangkan usaha kreatif berbasis POC sebagai sumber pendapatan baru,” ucapnya.
Selanjutnya, ia menekankan bahwa program ini membuka peluang bagi perempuan untuk mandiri secara ekonomi. Tidak hanya itu, pelatihan ini juga memperkuat peran perempuan dalam pembangunan berbasis komunitas.
Solusi Ramah Lingkungan dan Peluang Usaha
Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta. Namun, kegiatan ini juga menumbuhkan pola pikir wirausaha yang berorientasi pada keberlanjutan. Produk pupuk organik cair yang dihasilkan bahkan berpotensi menjadi solusi bagi kebutuhan pertanian lokal.
Selain itu, penggunaan pupuk organik dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia. Oleh karena itu, program ini tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga lingkungan.
Berpotensi Diperluas ke Daerah Lain
Ke depan, model pelatihan ini dinilai dapat diterapkan di berbagai wilayah. Dengan pendekatan berbasis komunitas, dampaknya bisa meluas secara signifikan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat terus dikembangkan dan menjadi gerakan bersama dalam menciptakan wirausaha muda yang mandiri dan peduli lingkungan,” kata Dr. Anis.
Dengan langkah ini, UMP menunjukkan komitmen nyata dalam membangun masyarakat yang mandiri. Selain itu, kampus juga mendorong lahirnya generasi wirausaha yang inovatif, adaptif, dan peduli lingkungan.
(naf/kho)




