BANYUMAS, ifakta.co – Kabupaten Banyumas dinilai sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi di Jawa Tengah. Kondisi ini mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, mengungkapkan bahwa ancaman bencana di Banyumas cukup beragam, mulai dari aktivitas Gunung Slamet, tanah longsor, banjir, kekeringan, hingga kebakaran.

“Banyumas merupakan salah satu wilayah rawan bencana. Karena itu, PMI harus selalu siap siaga dalam merespons setiap kejadian,” ujarnya saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Banyumas periode 2026–2031 di Pendopo Si Panji Purwokerto, Selasa (31/3).

Iklan

Dalam struktur kepengurusan yang baru, dr Budhi Setiawan ditunjuk sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Banyumas, sementara Nungky Harry Rachmat menjabat sebagai Ketua Pengurus PMI Kabupaten Banyumas untuk periode 2026–2031.

Selain menghadapi potensi bencana di dalam wilayah, Banyumas juga memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga apabila terjadi bencana di wilayah sekitarnya. Salah satu skenario yang diantisipasi adalah kemungkinan terjadinya tsunami di Cilacap yang dapat memicu perpindahan pengungsi ke Banyumas.

“Jika terjadi tsunami di Cilacap, masyarakat kemungkinan akan mengungsi ke Banyumas. Ini perlu kesiapan lintas wilayah karena bencana tidak mengenal batas administrasi,” kata Sarwa.

Ia menegaskan, PMI harus mampu menjalankan perannya secara optimal dengan memperkuat sistem tanggap darurat serta memperluas jangkauan layanan hingga tingkat kecamatan.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menilai tingginya risiko bencana membuat peran PMI semakin krusial, terutama karena organisasi tersebut kerap menjadi pihak pertama yang hadir saat bencana terjadi.

“Dalam kondisi cuaca ekstrem dan dinamika sosial yang semakin kompleks, peran PMI menjadi semakin penting,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya berkaitan dengan respons saat bencana, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan serta koordinasi lintas sektor. Pemerintah Kabupaten Banyumas pun telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, terutama menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan.

Ketua PMI Banyumas periode 2026–2031, Nungky Harry Rachmat, menyatakan kesiapan pihaknya dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami siap bersama Pemkab Banyumas dalam penanganan berbagai persoalan, termasuk bencana. PMI akan terus hadir untuk kemanusiaan,” ujarnya.

Melalui penguatan koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor, PMI Banyumas diharapkan mampu meningkatkan respons terhadap berbagai potensi bencana. Upaya ini tidak hanya penting untuk penanganan darurat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam melindungi masyarakat di wilayah rawan bencana.

(naf/kho)