JAKARTA, ifakta.co – Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia terpantau masih stabil hingga Senin (30/3/2026) siang. Penyesuaian harga terakhir diketahui dilakukan serentak oleh berbagai operator pada awal Maret 2026.
Meski belum ada perubahan terbaru dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah produk BBM sebelumnya mengalami fluktuasi harga, baik kenaikan maupun penurunan, tergantung kebijakan masing-masing operator.
Berdasarkan data resmi Pertamina, penyesuaian harga paling signifikan terjadi pada BBM nonsubsidi. Beberapa jenis BBM tercatat mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya justru turun.
Iklan
Tidak hanya Pertamina, operator swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo juga melakukan penyesuaian harga pada periode yang sama.
Harga BBM Pertamina
Berikut daftar harga BBM Pertamina per 30 Maret 2026:
Solar Subsidi (CN 48): Rp6.800/liter (tetap)
Pertalite (RON 90): Rp10.000/liter (tetap)
Pertamax (RON 92): Rp12.300/liter (naik Rp500)
Pertamax Green (RON 95): Rp13.150/liter (turun Rp350)
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.400/liter (turun Rp400)
Dexlite (CN 51): Rp13.500/liter (turun Rp1.200)
Pertamina Dex (CN 53): Rp13.600/liter (naik Rp450)
Harga BBM Shell
Sementara itu, Shell dilaporkan tengah bersiap melepas bisnis SPBU di Indonesia. Hingga kini, sejumlah SPBU Shell juga dikabarkan mengalami kekosongan stok.
Adapun harga terakhir BBM Shell:
Shell Super: Rp12.390/liter (dari Rp12.050)
Shell V-Power Diesel: Rp14.620/liter (dari Rp13.600)
Harga BBM BP-AKR
BP-AKR juga melakukan penyesuaian harga BBM:
BP 92: Rp12.390/liter (dari Rp12.050)
BP Ultimate: Rp12.920/liter (dari Rp12.500)
BP Ultimate Diesel: Rp14.620/liter (dari Rp13.600)
Harga BBM Vivo
Vivo turut memperbarui harga BBM, meski satu produknya masih kosong:
Revvo 90: stok kosong
Revvo 92: Rp12.390/liter (dari Rp12.050)
Revvo 95: Rp12.930/liter (dari Rp12.500)
Diesel Primus Plus: Rp14.610/liter (dari Rp13.600)
Secara umum, harga BBM saat ini cenderung stabil pasca penyesuaian awal Maret. Namun demikian, tren sebelumnya menunjukkan adanya fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh dinamika harga minyak global serta kebijakan masing-masing operator.
Kondisi ini membuat masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga BBM, terutama bagi pengguna kendaraan harian maupun pelaku usaha yang bergantung pada konsumsi bahan bakar.
(AMN)



