TANGERANG, ifakta.co – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah yang terangkum dalam lima program unggulan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Paparan tersebut disampaikan dalam forum bertajuk “Satu Tahun Melangkah Bersama” yang digelar di Aula Pendopo Bupati Kabupaten Tangerang, Selasa (10/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, memperkuat ekonomi kerakyatan, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Iklan
Program pertama bertajuk Pemerintahan Inovatif, Maju, dan Smart (PRIMA) difokuskan pada penguatan birokrasi profesional dan akuntabel melalui berbagai inovasi pelayanan publik.

Beberapa capaian yang disampaikan antara lain digitalisasi layanan administrasi kependudukan di seluruh kecamatan, pengoperasian Gerai Pelayanan Publik di Mall Ciputra dan Intermoda BSD, serta persiapan Mal Pelayanan Publik di Pasar Kemis.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan dua mobile training unit untuk pelatihan keterampilan masyarakat usia produktif, membangun Command Center sebagai pusat pengambilan kebijakan berbasis data, serta melakukan penataan aparatur melalui pengangkatan 475 CPNS, 1.219 PPPK tahap I, 177 PPPK tahap II, dan 8.205 PPPK paruh waktu.
Program kedua yakni Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan dan Daerah (PROSPEK) yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat serta memperluas kesempatan kerja.
Selama satu tahun terakhir, pemerintah menyalurkan bantuan pangan bagi masyarakat miskin ekstrem berupa 17,25 ton beras kepada 1.725 kepala keluarga di setiap desa atau kelurahan. Selain itu, dibentuk Kelompok Ekonomi Petani di 10 desa wilayah kemiskinan ekstrem serta pengembangan 25 Desa Mandiri Pangan.
Pemerintah juga menggelar delapan kali operasi pasar melalui Gerakan Pangan Murah dengan total 9.000 paket bantuan. Di sektor UMKM, sebanyak 821 pelaku usaha mendapatkan pendampingan melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Kreatif dan pusat UMKM.
Data layanan AK-1 mencatat sebanyak 28.201 pencari kerja terdaftar, dengan 23.225 orang berhasil terserap dari 25.168 lowongan kerja yang tersedia. Pemerintah daerah juga memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 290.000 pekerja rentan serta membentuk 197 kelompok wirausaha baru.
Sementara itu, pada sektor kesehatan melalui program Talenta Unggul Generasi Sehat (TUNAS), pemerintah daerah mencatat penurunan prevalensi stunting dari 7,7 persen atau 17.154 balita menjadi 6 persen atau 12.388 balita.
Cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Tangerang juga telah mencapai 100,49 persen atau setara dengan 3.533.206 jiwa. Program Cek Kesehatan Gratis dimanfaatkan oleh 1.381.215 orang atau 110 persen dari target.
Selain itu, program MMR GEMILANG telah melayani 3.457 warga. Pemerintah juga memberikan makanan tambahan bagi 7.620 balita serta 1.250 ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK). Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pemerintah daerah menambah 38 unit ambulans serta merehabilitasi 35 puskesmas dan puskesmas pembantu.
Di bidang pendidikan melalui program Sekolah Terpadu Ramah Anak (SETARA), Pemerintah Kabupaten Tangerang meluncurkan program sekolah swasta gratis yang menjangkau 44 SD swasta dan 116 SMP swasta dengan total 35.784 siswa penerima manfaat.
Selain itu, Beasiswa Tangerang Gemilang diberikan kepada 235 mahasiswa dari keluarga berpenghasilan rendah serta 419 guru PAUD yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Pemerintah daerah juga membangun 44 asrama pondok pesantren, merehabilitasi 138 ruang kelas SD dan SMP, serta mengoperasikan 15 unit bus sekolah gratis di 14 kecamatan yang pada tahap awal melayani lebih dari 3.500 siswa.
Sementara pada sektor pembangunan infrastruktur melalui program Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah, dan Berkelanjutan (SELARAS), pemerintah daerah membangun jalan baru sepanjang 20,5 kilometer, melakukan rekonstruksi 10,3 kilometer, serta rehabilitasi jalan sepanjang 13,3 kilometer.
Selain itu, dilakukan pemeliharaan rutin jalan sepanjang 58,14 kilometer serta pembangunan 15 jembatan. Untuk pengendalian banjir, pemerintah juga membangun drainase lingkungan sepanjang 9,29 kilometer, enam stasiun pompa banjir, serta normalisasi sungai sepanjang 17,15 kilometer.
Pembangunan tanggul sungai sepanjang 11,4 kilometer, rehabilitasi tanggul 10,33 kilometer, serta penguatan tebing sungai sepanjang 5,3 kilometer juga dilakukan untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur.
Selain itu, pemerintah daerah menyediakan 701 unit sarana air bersih, membangun 1.377 unit septic tank, serta merenovasi 1.197 rumah tidak layak huni (RTLH). Pengelolaan sampah turut diperkuat melalui pembangunan TPS3R dan tandon pengendali banjir.
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengatakan perjalanan satu tahun kepemimpinan tersebut terasa cepat karena pemerintah daerah terus berupaya hadir di tengah masyarakat.
“Kami melangkah bersama tak terasa sudah satu tahun, karena kami konsisten terus menampung berbagai keluhan masyarakat Kabupaten Tangerang. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan pers yang terus memberikan informasi kepada kami sebagai pemerintah daerah,” ujar Intan.
Ia menambahkan, dirinya bersama Bupati Tangerang kerap turun langsung ke lapangan untuk mendengar aspirasi masyarakat.
“Bahkan di hari libur pun kami tetap turun untuk mendengar berbagai macam keluhan masyarakat. Kami mohon doa dari masyarakat Kabupaten Tangerang agar kami semua diberikan kesehatan untuk terus bisa melayani masyarakat,” katanya.
Sementara itu, di akhir pernyataannya Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan rasa duka mendalam kepada masyarakat Kabupaten Tangerang yang menjadi korban kecelakaan akibat kondisi jalan rusak.
“Kami turut berduka atas masyarakat Kabupaten Tangerang yang meninggal dunia, bahkan ada yang mengalami kecelakaan akibat dampak jalan rusak. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Maesyal.
Ia menegaskan pemerintah daerah telah melakukan kajian pembangunan infrastruktur di 29 kecamatan dan akan segera melakukan perbaikan jalan rusak berat setelah Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Insyallah setelah Lebaran, infrastruktur jalan yang rusak parah akan kita bangun melalui betonisasi. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) juga sudah menyatakan kesiapan untuk mulai bekerja pada April tahun ini,” tegasnya.
Maesyal Rasyid juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama satu tahun kepemimpinannya masih terdapat kekurangan.
“Kami memohon maaf jika selama satu tahun kepemimpinan ini masih ada kekurangan. Kritik dan masukan dari teman-teman media serta masyarakat menjadi koreksi bagi kami untuk terus memperbaiki pelayanan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Tangerang untuk tetap menjaga kondusivitas serta menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk.
“Kami juga meminta masyarakat Kabupaten Tangerang untuk bersabar dan tetap tenang dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah bagi umat Muslim,” pungkasnya.
(Sb/Alex)
PWGK – Kresek Kabupaten Tangerang



