BANYUWANGI, Ifakta.co – Fenomena mistis kembali menjadi perbincangan warga di sekitar kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sejumlah warga mengaku melihat cahaya misterius muncul dari tengah hutan pada malam hari tanpa sumber yang jelas.

Menurut pengakuan warga Desa Kalipait yang tinggal tidak jauh dari kawasan hutan, cahaya tersebut kerap terlihat bergerak perlahan di antara pepohonan sekitar pukul 22.00 hingga dini hari. Fenomena itu oleh masyarakat setempat sering disebut “lampu berjalan”.

Iklan

Sumarno (47), seorang warga yang biasa melintas di jalur menuju kawasan pantai di Alas Purwo, mengatakan ia pernah melihat cahaya tersebut saat malam hari.

“Awalnya saya kira lampu senter orang berburu, tapi tidak ada suara langkah atau kendaraan. Lampunya seperti melayang di antara pohon,” ujarnya.

Beberapa nelayan yang melaut di sekitar pesisir Alas Purwo juga mengaku pernah melihat cahaya kecil menyerupai bola api dari arah hutan menuju kawasan pantai sebelum akhirnya menghilang.

Kawasan Alas Purwo sendiri dikenal sebagai salah satu hutan tertua di Pulau Jawa yang sarat dengan cerita mistis dan legenda spiritual masyarakat Jawa. Banyak orang datang ke tempat ini untuk melakukan semedi atau ritual tertentu di gua-gua yang ada di dalam hutan. 

Secara harfiah, nama “Alas Purwo” berarti “hutan pertama” atau “hutan permulaan”, yang dalam kepercayaan masyarakat Jawa diyakini sebagai salah satu tempat awal mula kehidupan di Pulau Jawa. 

Meski kerap diselimuti cerita mistis, kawasan ini sebenarnya merupakan taman nasional seluas lebih dari 43 ribu hektare yang menjadi habitat berbagai flora dan fauna langka. 

Pihak pengelola taman nasional mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki kawasan hutan pada malam hari tanpa izin resmi. Selain faktor keselamatan, hutan yang sangat luas dan minim penerangan juga dapat membuat pengunjung mudah tersesat.

Hingga kini, fenomena cahaya misterius tersebut belum dapat dijelaskan secara pasti. Sebagian pihak menduga hal itu merupakan fenomena alam seperti gas rawa atau pantulan cahaya, sementara sebagian warga masih percaya bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan hal-hal gaib yang dipercaya menjaga kawasan hutan tersebut.

(FA/FZA)